SELAMAT DATANG DI WEBLOG NEGERI KEGILAAN (Menebar Cinta Menerangi Semesta)

Minggu, 11 Januari 2009

KETERAMPILAN BERBAHASA LISAN


KETERAMPILAN BERBAHASA LISAN

Siti Muallifah*


Manusia ditinjau dari sudut antropologi di istilahkan sebagai “homo socius” artinya mahluk yang bermasyarakat, saling tolong menolong dan berinteraksi dengan sesama dalam rangka mengembangkan kehidupanya di segala bidang. Dalam kehidupan sehari-hari setiap anggota masyarakat terlibat dalam komunikasi, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tertulis. Agar dalam komunikasi berjalan lancar, masing-masing pihak harus dapat saling memahami maksud yang dikomunikasikan, maka diperlukan sarana yang tepat dalam mewujudkan hal tersebut terutama kepada siswa.
Di lihat dari aspek ini maka diperlukan pengembangan pembelajaran interaktif, terutama penyampaian ide ke dalam bahasa lisan. Namun dalam kenyataan di kelas sangat berbeda sekali, untuk mengutarakan idenya saja siswa banyak yang belum bisa, apa lagi sampai menyajikannya ke dalam bahasa lisan. Sebab pembelajaran di kelas terlalu monoton seperti ceramah, jadi murid hanya menjadi obyek transfer knowledge.
Untuk mewujudkan hal itu maka pendidikan menjadi sarana utama yang perlu di kelola, secara sistematis dan konsisten berdasarkan berbagai pandangan teoritikal dan praktikal sepanjang waktu sesuai dengan lingkungan manusia hidup itu sendiri. Terutama pada kegiatan belajar mengajar di kelas, seorang pendidik harus mampu mengembangkan potensi siswa terutama pengembangan ide dan kemampuan mengutarakannya ke dalam bahasa lisan.
Pendidik merupakan salah satu komponen yang penting dalam rangka mewujudkan suatu proses belajar mengajar. Fungsi guru disini akan menyampaikan, memberikan dan mentransformasikan ilmu kepada anak didik dari apa yang belum bisa menjadi bisa, apa yang belum tahu menjadi tahu, sehingga proses belajar mengajar itu dikatakan berhasil. Pendidik sangat berperan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, oleh karena itu harus dapat menempatkan diri sebagai tenaga profesional yang baik, bertanggung jawab sesuai dengan tugas profesinya.

Pendidik juga di tuntut untuk menyajikan pembelajaran yang menarik dan meyenangkan, sehingga siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran dengan serius. Maka seorang pendidik harus mampu memberikan metode yang terbaik kepada siswa. Serta mampu memanfaatkan media pembelajaran untuk memahamkan pokok materi dan merangsang siswa untuk bisa mendapatkan ide baru secara logis. Dengan menemukan ide baru, kemudian siswa dapat menulisnya dan pendidik memberikan stimulus kepada siswa untuk bisa menyampaikannya ke dalam bahasa lisan
Sebab salah satu dari sekian banyak jenis keterampilan yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang adalah keterampilan berbicara atau seni berbicara yang biasa disebut dengan teknik retorika. Serta kemampuan mengevaluasi dan menganalisa materi pelajaran sehingga siswa mampu mendapatkan ide baru dari proses belajar serta dapat menyajikannya ke dalam bahasa lisan.
Oleh sebab itu keterampilan berbahasa lisan dan menemukan ide baru dalam materi belajar siswa perlu dikembangkan secara sistematis. Maka dari itu seorang pendidik harus mampu mengembangkan pendidikan partisipatif dengan memberikan suguhan model pembelajaran aktif. Salah satu teknik pembelajaran aktif semisal dengan, memanfaatkan media gambar untuk merangsang siswa menemukan ide baru dari gambar tersebut, kemudian siswa diajak untuk berpendapat sehinga terjadi komunikasi satu arah. Terkadang penggunaan gambar cenderung membosankan, namun media gambar dapat di sajikan pula dengan teknik permainan, simulasi, problem solving dan drill and paractic. Setelah mampu terjalin komunikasi aktif bisa di kembangkan lewat diskusi partisipatif, sehingga tercipta komunikasi dua arah atau lebih.
Keterampilan dalam berbahasa lisan merupakan keterampilan bahasa yang perlu dikuasai dengan baik, karena ketrampilan berbahasa suatu indikator terpenting bagi keberhasilan siswa. Melalui penguasaan keterampilan berbicara yang baik, siswa dapat mengkomunikasikan ide-ide dan gagasannya, baik di sekolah dan lingkungan hidupnya.
Selain itu pendidik merupakan instrumen proses pendidikan sebab salah satu faktor penentu keberhasilan terletak pada eksistensi guru yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam arti seorang yang bertanggung jawab menghantarkan ke arah kedewasaan dan kematangan.


* Guru Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 2 Demak dan Pengiat Sanggar ILCI


.

Tidak ada komentar:

 

blogger templates | Make Money Online