SELAMAT DATANG DI WEBLOG NEGERI KEGILAAN (Menebar Cinta Menerangi Semesta)

Rabu, 11 Maret 2009

SELAYANG PANDANG SANGGAR ILCI (ILMU&CINTA)


Mengapa Sanggar ILCI

Sanggar ILCI merupakan singkatan dari Ilmu dan Cinta yang merupakan salah satu wadah atau tempat berkumpul baik di tongkrongan, jalan-jalan, rumah-rumah, mall-mall bahkan di alam bebas, masjid-masjid dan majlis-majlis ilmu, mengajak dan menuntut kedamaian di semesta rahmatal lil’alamin. Mereka berdakwah kepada semesta bahwa hiasan dunia yang paling mulia adalah ilmu dan cinta. Engkau bebas melakukan apapun tapi ingat kebebasanmu masih terikat dengan kebebasan orang lain. Maka di sini kita belajar tentang ilmu untuk menghormati orang lain dan belajar cinta untuk terjalin kasih dan sayang dengan sesama dan lingkungan sekitar.

Kebebasan ada pada di setiap insan, hak yang telah diberikan Allah yang dianugerahkan kepada manusia. Kebebasan berkeyakinan, ibadah, berpendapat, berpartisipasi, merokok, bercinta dan terserah kamu mau melakukan apapun. Yang terpenting di hatimu tertanam benih-benih romantisme untuk saling menghargai dan menghormati orang lain.

Ilmu merupakan anugerah terbesar dari Allah untuk kita, karena ilmu kita diberi amanah untuk mengelola dan memakmurkan bumi menjadi khalifah-Nya. Maka jangan kau nodai bumimu dengan kepandaian atau kepintaranmu tapi jagalah, rawatlah dan siramlah bumimu dengan ayat-ayat tasbih dan dzikir.

Cinta adalah anugerah yang mulya untuk manusia, kita diciptakan untuk saling kenal-menganal, diciptakan dengan berpasang-pasangan. Sungguh hebatnya Allah yang telah menjadikan manusia tidak merasa kesepian dengan dunianya. Maka jangan kau nodai rasa cinta dengan nafsu binatangmu, binatang saja tidak sebegitu nafsu jika melihat mangsa di hadapan matanya. Hiasi anugerah cinta ini dengan rasa kasih, sayang, ampunan, pertolongan dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Sangar ILCI akan mengajarkanmu tentang dasar pendidikan, konsep akhlak, undang-undang, sistem sosial dan aturan nilai-nilai yang sesuai dengan fitrah manusia dan jika kau berpegang kepada-Nya maka kita tidak akan sesat selamanya.

Sanggar ILCI merupakan sistem global yang mengantarkan kehidupan manusia menuai kebebasan yang bermakna. Ia akan sempurna menjadi manusia yang sederhana, kerendahan diri, keberkahan duniawi dan istoqamah sejati untuk mengharap ridho Illahi Rabbi.

Jika ilmu dan cinta merupakan tiang semesta rahmatal lil’alamin, maka bukalah pintu pengajaran, pengkaderan dan perjuangan di situlah kemuliaan Allah bersemayam. Engkau mempunyai pegangan dan mempunyai uswah atau tauladan yan tiada duanya di dunia, pemimpin dan panutan. Maka matikan dirimu dengan sentuhan keharuman wangi bunga surga dan gapai kedekatan-Nya di pelukanmu.

Jika ilmu dan cinta adalah keadilan di dunia maka semesta ini adalah timbangannya, memberikan grafitasinya untuk kemulyaan semesta. Maka persamaan dan keterikatan merupakan bagian dari karakteristik dan satu aturan nilai yang bersumber dari semesta rahmatal lil’alamin.

Hubungan antara Tuhan, alam dan manusia adalah hubungan dialektika horisontal dan dialektika vertikal yang merupakan konsep keterpaduan atau penyatuan sebagai khalifah dan abdullah.

Sanggar ILCI merupakan kumpulan, kelompok bahkan gerombolan yang memeiliki cita-cita mencintai antar sesama, memberikan cinta kasih kepada semesta, memperjuangkan keadilan dan hak kaum mustadzffin serta memakmurkan bumi yang kami cintai.

Pedang mereka adalah pena, sebab kami selalu mengajak untuk kembali memerdekakan diri dari sikap ketertindasan. Perisainya adalah kertas, sebab kesucian menjadi arti bagi kami untuk selalu berada dijalan yang lurus jalan yang di ridhoi-Nya. Coretan adalah warna hitam, sebab hitam adalah kedalaman ilmu melalui ilmu yang berdasarkan keyakinana akan memberikan cahaya yang penuh dengan kedamaian.

Sanggar ILCI merupakan kumpulan preman dan berandalan, yang ingin memahami tentang kebaikan, kebenaran dan keindahan untuk semesta rahamtal lil’alamin. Mereka bergerak dari utara ke selatan, barat ke timur, dari daratan hingga ke daratan yang menuntut keadilan untuk bumi yang mulai merana karena tingkah manusia.

Bagaimana Sanggar ILCI

Sekilas tentang Sanggar Ilmu&Cinta atau biasa di sebut sanggar ILCI. Tidak dapat terlepas dari sejarah. Hadirnya Sanggar ILCI merupakan sebuah keinginan yang mewadahi sekelompok orang-orang yang gemar kumpul-kumpul dalam artian sistem yang di bangun berdasarkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang menginginkan kebahagiaan. Jadi perkumpulan ini adalah sekumpulan orang yang selau berinteraksi kemana ia pergi baik di tongkrongan, rumah, mall maupun di puncak gunung. Bahkan bisa hadir di masjid-masjid, dan jalanan.

Awalnya namanya bukan sanggar ILCI. Nama ILCI sendiri merupakan perubahan yang ke tiga dari nama-nama sebelumnya. Semula bernama Komunitas VALEX yang lahir sekitar tahun 2003, yang memfokuskanya kepada Komunitas Seni dan bergerak pada bidang Sastra dan Teater. kemudian banyak orang yang menayakan kok namanya VALEX apa sih artinya?

Kamipun bingung apa artinya, sebenarnya nama VALEX di ambil waktu pendiri menjadi di Pesantrena Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sekitar tahun 2001. Ketika itu kita saling kumpul untuk nonton bareng film horror di Zip Net Jombang. Dan tanpa sengaja hantu yang selalu di inget teman-teman yaitu bernama VALEX, akhirnya di buatlah nama Komunitas.

Singkat cerita nama VALEX kemudian di kasih sesuatu biar menarik yaitu dengan memberikan arti VALEX menjadi ”Varioriesme In Intelxtualizm” yang berarti “Selalu Bersemangat Untuk Berfikir”. Nama VALEX bertahan sekitar 3 tahun, kegiatan-kegiatan VALEX akhirnya beku total awal tahun 2006.

Kamipun merencanakan perkumpulan itu hadir lagi. Tanpa di sengaja ada Turnamen Futsal Piala Walikota Semarang yang di adakan oleh DPD KNPI. Kamipun berinisiatif untuk ikut, namun kami di tolak oleh mereka. Tapi kami tetap berjuang untuk bisa mengikuti turnamen tersebut. Maka pada akhirnya terbentuklah Sanggar ILCI yang berarti ”ILMU DAN CINTA”.
Kamipun meminta surat Rekomendasi Kecamatan Genuk atas kerjasama IRTAMA (Ikatan Remaja Telaga Muda) Genuk Banjardowo. Alhamdulillah akhirnya kami jadi ikut turnamen, padahal peserta turnamen adalah sekumpulan organisasi pemuda yang sangat terpandang sebut saja KNPI, HMI, PMII, KAMMI, LMND, PMKRI, Pemuda Pancasila, Pemuda Bulan-Bintang, FKNPI dll.

Dari sinilah awal terbentuknya Sanggar ILCI. Berawal dari keikutsertaan Jamah Maiyah gambang Syafaat di Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang diampu oleh KH. Budi Harjono dan Emha Ainun Njib.

Pada saat itu terjadi perdebatan antara Gus Nuril dan Kiyai Budi melawan Cak Nun. Gus Nuril dan Kiyai Budi cenderung lebih menghargai cinta sebelum ilmu dan Cak Nun lebih condong ilmu setelah itu barulah akan tumbuh cinta yang hakiki. Perdebatanpun terjadi yang sebenarnya untuk memancing para jamaah lebih utama mana antara ilmu dan cinta serta memancing jamaah supaya ikut aktif dalam kegiatan dialog yang dilakukan malam 26 setiap bulannya.

Dan pada akhirnya di ambilah dua kata tersebut ilmu dan cinta menjadi Sanggar Ilmu dan Cinta yang kemudian di singkat dengana nama Sanggar ILCI. Kami meresmikan, menetapkan atau mendeklarasikan kelahiran Sanggar ILCI pada tanggal 24 Oktober 2008.

Apa prinsip Sanggar ILCI

Membangun Landasan Keharmonisan Ulul Albab

1.Mencintai kedamaian. Allah berfirman dalam surat Al Anfaal ayat 61 :

”Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkAllah kepada Allah. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

2.Rahmat bagi semua umat manusia. Allah berfirman surat Al Anbiyaa ayat 107 :

”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.

3.Menghormati dan menghargai semua manusia. Allah berfirman surat al israa; ayat 70

”Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan”.

4.Tidak ada paksaan. Allah berfirman surat Al Baqarah ayat 256:

”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”

5.Mewajibkan kepada manusia untuk berdakwah. Allah berfirman dalam surat An Nahl ayat 125 :

”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

7.Menciptakan manusia dengan berbeda-beda supaya mereka saling kenal mengenal. Allah berfirman surat Al Hujuraat ayat 13 :

”Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”.

8.Menganjurkan untuk beramal shaleh. Allah berfirman :

”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan”. (An Nahl ayat 97)

9.Mewajibkan umatnya untuk berjihad

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui” (Al Baqarah ayat 216)

10.Mengerjakan amar maruf nahimungkar.

”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (An Nahl ayat 90)

11.Menganjurkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan.

”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Al Maidah Ayat 2)


MOTTO

Menebar Cinta Menerangi Semesta

Jl. H Abdul Rasyid Banjardowo Rt 2/ VI Genuk Semarang 50117

Tidak ada komentar:

 

blogger templates | Make Money Online