SELAMAT DATANG DI WEBLOG NEGERI KEGILAAN (Menebar Cinta Menerangi Semesta)

Jumat, 06 November 2009

ILCI AR-RASYID SYUKURAN DAN ORASI BUDAYA



SEMARANG; Sekretariat di Jln. Sri Rejeli Utara 7 No. 4 begitu rame dan santai, ternyata dibalik itu semua ada agenda yang sangat membuat seseorang tidak akan melupakan suasana tersebut. Bahkan akan membuat mereka serperti berlari-lari bersama angin dan terbang melayang bagaikan malaikat kecil dengan kibasan sayapnya.
Sekitar hampir 30 orang lebih menghadiri acara syukuran dan orasi budaya ILCI Ar-Rasyid. Acara ini terselengara berkat kerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang, Institut Pemikiran pimpinan Lukman Wibowo dan Lingkar Studi Alternatif (LaStA) Semarang. Acara ini hanya sekelumit cerita dai kegiatan Kibar Budaya untuk Negeri di Simpang Lima Semarang.
Perwakilan dari Institut Pemikiran saudara Lukman Wibowo mengatakan; bahwa setiap manusia membutuhkan tempat, salah satu tempat yang memedahi aspresiasi yaitu sebuah sanggar yang dapat membangun kemandirian dan kreatifitas.
Acara berlanjut dengan orasi budaya tentang keberagaman potensi manusia dan nasionalisme terhadap budaya indonesia. Pada titik akhir dari orasi budaya tersebut, santap syukuranpun dimulai. Tampak rame dan bersaja para pejuang melahap habis makanan dan minuman yang telah disediakan oleh panitia.
Di sela-sela makan bersama pimpinan ILCI Ar-Rasyid, Lukni Maulana; berpesan kepada khalayak pejuang umat untuk dapat ikut berpartisipasi menerbitakan buletin dengan mengirimkan hasil karyanya berupa puisi, cerpen, budaya, esai, opini (pokoknya yang berhubungan dengan seni dan budaya). Hasil karya tersebut dapat dikirim lewat email; valex_arrasyid@yahoo.co.id atau luknima@gmail.com.

ILCI Ar-Rasyid ( Tampil dalam Pentas Budaya Nasional di Semarang


SEMARANG—Sekitar 40 kader HMI Cabang Semarang berpartisipasi dalam acara “Kibar Budaya Untuk Negeri” pada hari Minggu 1 November 2009, di Lapangan Pancasila (Bundaran Simpang Lima). Acara pentas seni dan budaya ini diselenggarakan dalam rangka memeriahkan ulang tahun Radio Gajahmada FM.

Sebanyak 21 kader HMI tampil sebagai penari latar dan pasukan bendera. Sisanya bekerja sebagai kru. Kader-kader tersebut tampil dengan mengatasnamakan berbagai komunitas seni budaya. Sebut saja komunitas itu bernama: ILCI Ar-Rasyid (pimpinan Lukni “Jay” Maulana), Komunitas Widya Buana (asuhan Mbah Darmo), dan Kenduri Hani (garapan Kang Lukman). Kader-kader yang “eksis” tersebut berasal dari Komkom IKIP PGRI, Widya Buana, IAIN Walisongo, dan Unnes.

Acara yang berlangsung pagi hingga petang itu, diisi oleh sejumlah kegiatan seperti Jalan Sehat, Pentas Musik, Tari, Barongsai, dan sebagainya. Kegiatan berlangsung cukup meriah, dan dihadiri oleh sekitar 4000 penonton.

Menurut Asst. II Sutradara, Lukman Wibowo, tampilnya anak-anak HMI di publik budaya bisa dibilang yang pertama kali dalam beberapa tahun terakhir ini. Tampilnya pun hanya sebagai partisipan, tapi yang penting HMI bisa lebih eksis di masyarakat luas. Bukan sekedar “jago kandang” atau “seperti katak dalam tempurung”. Dan yang terpenting, kader-kader muda HMI memiliki kesempatan menimba ilmu maupun memperluas jaringan dari situ, demikian tambah Lukman.

Pagelaran budaya ini didukung oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Dewan Kesenian Semarang, dan sejumlah paguyuban seni; Disutradarai oleh seniman Yogyakarta, Kenyut Qubro dan dibantu oleh Darmo Budi Suseno beserta kru dari Yogya dan Semarang. (Hanafi/LAPMI).

Jumat, 16 Oktober 2009

Sekolah Filsafat HMI Kom. Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang



Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap 2 minggu sekali.

Di mulai hari ahad Besok tanggal 18 Oktober 2009

Pukul. 15.30 WIB
Di Wisma Assalam Jl. Magoyoso IV no. 39 Ngaliyan Semarang

Contk Person : 085225056699



Dengan pembimbing : Bapak Zainul Adfar (Dosen IAIN Walisongo Semaarang).

Senin, 30 Maret 2009

Menjadi aktor yang baik melalui proses berteater

Hammam Abdee
Aktivis KPT BETE, Sekarang kuliah S2 di IAIN Walisongo Semarang
Teater merupakan kesenian yang mempunyai nilai tersendiri yaitu berupa nilai otonomi (bukan berarti pisah dari nilai kehidupan), kecuali sebagai hiburan, teater juga mempunyai nilai kehidupan yang besar, karena dapat memperhalus dan memperkaya batin manusia. Seorang seniman dapat memilih tema atau judul lakon yang akan di pentaskan mulai dari cinta kasih sesama manusia, kebobrokan moral, kepincangan sosial, kebengisan manusia, dan hubungan dengan makhluk yang maha tinggi (Tuhan). Semua tema tersebut dapat diolah dengan bagus agar dapat mengena pada sasaran (audien).
Lakon drama bersumber pada kehidupan manusia. Karena itu drama sebenarnya merupakan penyajian ulang kisah yang dialami manusia. Yang namanya penyajian ulang, tentu saja cerita drama panggung tidak akan sama dengan kehidupan manusia yang sesungguhnya di masyarakat, memang ada kemungkinan pemain drama memerankan peristiwa yang dialaminya sendiri di masyarakat. Akan tetapi umumnya akan di perankan kembali peristiwa yang dialaminya dengan tepat. Apalagi kalau pelaku sudah pasti pelaku yang meninggal, misalnya dalam acara pembunuhan, sudah pasti pelaku yang sesungguhnya tidak dihidupkan kembali lalu menyajikan ulang peristiwa pembunuhan atas dirinya yang sudah dialaminya.

Dalam sebuah pertunjukan teater harus mempunyai unsur-unsur yang tidak bisa lepas dari pertunjukan teater tersebut, unsur-unsur itu adalah :

* Plot, yaitu perjalanan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan.

* Perwatakan atas characterization, yaitu penampilan keseluruhan dari ciri-ciri atau tipe jiwa seorang tokoh dalam teater.

* Dialog, yaitu penuturan kata-kata dari para pemain diatas panggung.

* Setting, yaitu unsur yang meliputi tempat, waktu, dan latar belakang.

* Interpretasi kehidupan, yaitu kehidupan yang ditampilkan diatas panggung haruslah dipertanggungjawabkan oleh peristiwa sandiwara.

Pemain atau aktor teater merupakan hal yang tidak dapat dilepaskan dari teater itu sendiri. Karena aktor adalah jiwa dari teater. Untuk menjadi aktor yang baik atau paling tidak layak pakai sesuai keinginan naskah dan sutradara diperlukan proses yang tidak sebentar.

Pemain harus dapat merasakan perasaan yang terkandung dalam suatu ucapan dan mengucapkan harus sesuai dengan perasaan yang mendorongnya. Oleh karena itu dalam latihan dan bermain diatas panggung haruslah disertai dengan perasaan supaya mereka dapat menghayati pementasannya dan penonton juga dapat merasakan nilai yang terkandung dalam percakapan yang sedang berlangsung di panggung. Oleh karena itu dibutuhkan modulasi dan intonasi yang jelas, irama yang hidup, konsonan dan vokal yang jelas artikulasinya, pernafasan dan penggunaan alat bicaranya harus diatur sebaik-baiknya.

Sebelum pemain bermain diatas panggung di perlukan lebih dulu suatu persiapan batin dan pengenalan watak pelaku yang akan diperankan. Melalui proses identifikasi, baik yang sempurna dengan pengalaman emosi dirinya sendiri, maupun dengan mengkontruksi unsur-unsur yang diambil dari pengalaman orang lain, atau kombinasi antara kedianya lalu memulai menggambarkan atau mengimajinasikannya (konsentrasi), kemudian menghubungkan watak itu dengan teks. Pada saat inilah diperlukan penguasaan teknik bermain, menciptakan situasi dramatis, menghubungkan dialog dengan lagu, inilah yang dialami oleh Asrul Sani disebutnya “memberi bentuk teater”. Supaya permainan lebih hidup, pemain hendaknya meneliti kemungkinan-kemungkinan lain di luar teks untuk memperkokoh perwatakan. Dalam bermain teater hal yang terpenting adalah memberi bentuk lahir pada watak dan emosi pelaku, watak yang harus diperankan itu mempunyai tiga bagian yang harus nampak, yaitu : watak tubuh, watak fikiran, dan watak emosi. Dalam pandangan R. Boleslavsky, semua itu berarti “menciptakan keseluruhan hidup sukma manusia diatas panggung. Sukma manusia itu harus dapat dilihat dalam segala segi, baik fisik, mental, maupun emosional. Di samping itu sifatnya harus unik”. Semuanya bertujuan supaya peserta didik bisa merasakan tokoh atau lakon yang ia perankan dan nilai dari cerita yang dipentaskan. Dan pada akhirnya dapat menjadi pelajaran bagi kehidupan sehari-hari.

Demikianlah garis besarnya teknik yang perlu dalam bermain teater (menjadi aktor) diatas panggung. Dan yang terakhir sebagai penutup, sesuatu tidak akan dapat diraih tanpa mencoba dan menekuni. Menjadi aktor yang handal tidak semudah membalik telapak tangan tapi juga tidak sulit menghitung bintang hanya keuletan dan niat tulus semuanya akan berjalan.

Mencermati Zaman Kalabendu

Syaiful Mustaqim

AWAL mulanya dari Jayabaya, raja Kediri abad ke-12 (1130-1160) termaktub dalam Kakawin Bharatayuda yang digubah oleh Mpu Panuluh dan Mpu Sedah. Jayabaya pernah menyatakan Indonesia suatu saat akan menjadi mercusuar dunia setelah mengalami transisi zaman yakni kalabendu. Pasca zaman kehancuran ini, akan datang zaman kalasuba, era kemuliaan atau keemasan.

Dan, dilanjutkan Raden Ngabehi Ranggawarsita (1802-1873). Seorang penyair kraton Surakarta yang sudah tersohor namanya. Ranggawarsita menuliskan syair wejangannya dalam serat kalatidha. Zaman yang serba sulit yang kita alami saat ini telah memasuki zaman kalabendu.

Kalabendu merupakan zaman dimana negeri ini dilanda berbagai musibah. Akan tetapi, berbagai musibah ini adalah fase yang kudu dilalui untuk mencapai kejayaan. Kita harus cerdas memetik hikmah di balik musibah. Negara Super Power, Amerika pun demikian, sebelum mencapai kejayaan seperti saat ini berulang kali tertimpa berbagai gejolak, misalnya, civil war (perang saudara) hingga the great depression (krisis ekonomi yang tak kunjung usai).

Pada dasawarsa 90-an kita telah memasuki zaman kalatidha. Zaman ini ditandai dengan skeptis yang berpihak pada kebenaran. Sebab, berbagai tindak kejahatan sedang gencar-gencarnya. Selain itu, terjadi krisis politik dan sosial yang terus melanda negeri ini.

Zaman kalatidha, masa yang penuh kecemasan, kekerasan, kejahatan, kabatilan, dan kekisruhan yang terjadi dimana-mana. Tanda-tanda zaman ini sudah ada sebelum Indonesia di landa krisis. Satu hal mendasar adalah hilangnya keadilan dan lunturnya wibawa hukum, kejahatan orang-orang besar dibiarkan sementara kejahatan wong cilik di hukum dengan sangat berat.

Moral semakin hancur, kebobrokan terjadi semakin kelewatan. Perempuan sudah hilang keperawanannya, tindak aborsi dimana-mana, berbagai tindak kriminal merajalela. Maka, ditengah puing-puing kebobrokan moral bangsa, rakyat berhati suci memohon perlindungan kepada Tuhan dan berusaha memperbaiki yang masih tersisa.

Munculnya zaman edan ala Jayabaya sama dengan zaman kalatidha menurut Ranggawarsita. Menurut Jayabaya, negeri ini terus mengalami berbagai pergolakan sepanjang sejarah. Terjadinya malapetaka atau goro-goro bertepatan dengan saat sang raja lenger keprabon (turun tahta). Dalam mitologi jawa, sebelum krisis datang Indonesia akan ditimpa berbagai bencana.

Maka, Jayabaya senantiasa mengingatkan. “Besok akan ada zaman edan. Siapa yang tidak ikut edan tidak akan kebagian, dan kelaparan. Tapi sebahagia-bahagia orang edan masih jauh lebih bahagia orang yang ingat pada Tuhan (eling lan waspodo).

Setelah kalatidha, kita memasuki kalabendu. Zaman yang lebih tidak enak dan tidak nyaman bagi manusia. Pada zaman ini berlaku sacrifice (penumbalan atau pengorbanan). Tak heran jika banyak korban berjatuhan. Jika tidak demikian, zaman kalabendu tak kunjung usai.

Zaman serba mengerikan ini akan berakhir dengan munculnya Satrio Piningit, sosok misterius penyelamat bangsa dan kemunculannya pun tak terduga. Franz Magnis-Suseno dalam buku Etika Jawa menyebutnya kemunduran kesaktian penguasa. Bagi orang Jawa, berarti masa pergantian kekuasaan karena penguasa lama sudah tak mampu lagi untuk memimpin negeri.

Sebelum Satrio Piningit muncul, dunia akan ditimpa goro-goro yang amat hebat. Hujan yang jatuhnya salah waktu, misalnya, tanah mengalami kekeringan, sawah ladang hancur karena dirusak hama. Disaat itu pula rakyat mengalami masa-masa susah sandang dan pangan.

Bukan tak mungkin, zaman kalabendu hanya berpuncak pada satu titik, revolusi sosial. Akibatnya seperti yang diungkapkan Jayabaya, “Wong Jawa kari separo, wong Cina Kari Sajodho” (orang Jawa tinggal separuh dan orang Cina tinggal sepasang).

Berakhirnya Zaman Kalabendu
Saat zaman kalabendu berakhir, kita memasuki era kebahagiaan, zaman kalasuba. Menurut Jayabaya, peralihan kalabendu ke zaman kalasuba diwarnai kekacauan total. Ana raja jinunjung wong rucah, patihe botoh gedhe (kelak muncul seorang pemimpin yang dikehendaki rakyat kecil, tetapi dibayang-bayangi oleh tokoh yang sifat moralnya kurang baik).

Berakhirnya kalabendu juga bermakna relatif. Keberhasilan keluar dari zaman kalabendu disebabkan ketika manusia sudah ingat kepada Tuhan dan menghindari maksiat. Selain itu, muncul saat berada dipuncak kesengsaraan.

Ada satu syarat yang harus ditepati tetap eling lan waspodo (selalu ingat kepada Tuhan dan waspada). Banyak gejala yang telah menunjukkan bahwa zaman Kalabendu sudah menjadi kenyataan. Inilah zaman kacau nilai, zaman kejahatan yang menang, penjahat dipuja, kitab suci mulai dikhianati, kekuasaan dan kekayaan diperdewa.

Nah, kita senantiasa harus mencermasti zaman kalabendu. Setelah itu, munculnya kestabilan dan keteraturan yang disebut Ranggawarsita pasti akan segera tiba setelah chaos. Misalnya saja, setelah chaos Revolusi Perancis, lahirlah kestabilan pemerintahan Napoleon.

Selain itu, harus ada usaha yang lain, bukan hanya sekadar sabar dan tawakal. Oleh karena itu, kita harus aktif mendesak perubahan tata pembangunan, tata hukum dan tata kenegaraan sehingga menjadi lebih baik untuk daya hidup dan daya cipta bangsa.

Terakhir, Saat krisis terjadi begitu dahsyatnya, terjadinya kekacauan dimana-mana. Disaat itu pula alam rasional sudah tak mampu lagi memberikan petunjuk pada manusia sampai kapan krisis akan berakhir.

Maka, jika kita bersedia menggali kembali mitologi kuno, jika hasilnya semakin relevan, kita bisa menjadikannya petunjuk serta petuah untuk meratapi nasib negeri agar segera bangkit kembali.

PERENUNGAN TENTANG KEPEMIMPINAN

Dikirim PERENUNGAN TENTANG KEPEMIMPINAN pada Oktober 17, 2008 oleh Mas Kumitir

Oleh : Sri Sultan Hamengku Buwana X

Perihal falsafah kepemimpinan Jawa, misalnya dapat kita telaah dari ajaran: “Manunggaling Kawula-Gusti”, yang mengandung dua substansi: kepemimpinan dan kerakyatan. Hal ini dapat ditunjukkan dari perwatakan patriotis Sang Amurwabumi (gelar Ken Arok) yang menggambarkan sintese sikap “bhairawa-anoraga” atau “perkasa di luar, lembut di dalam”. Di mana sikapnya selalu “menunjuk dan berakar ke bumi” atau “bhumi sparsa mudra”, yang intinya adalah kepemimpinan yang berorientasi kerakyatan yang memiliki komitmen:

“Setia pada janji, berwatak tabah, kokoh, toleran, selalu berbuat baik dan sosial”.

Sedangkan prinsip-prinsip kepemimpinan Sultan Agung diungkapkan lewat: “Serat Sastra-Gendhing”, yang memuat tujuh amanah.

Butir pertama, “Swadana Maharjeng-tursita”, seorang pemimpin haruslah sosok intelektual, berilmu, jujur dan pandai menjaga nama, mampu menjalin komunikasi atas dasar prinsip kemandirian.

Kedua, “Bahni-bahna Amurbeng-jurit”, selalu berada di depan dengan memberikan keteladanan dalam membela keadilan dan kebenaran.

Ketiga, “Rukti-setya Garba-rukmi”, bertekad bulat menghimpun segala daya dan potensi, guna kemakmuran dan ketinggian martabat bangsa.

Keempat, “Sripandayasih-Krami”, bertekad menjaga sumber-sumber kesucian agama dan kebudayaan, agar berdaya manfaat bagi masyarakat luas.

Kelima, “Galugana-Hasta”, mengembangkan seni-sastra, seni-suara dan seni tari, guna mengisi peradaban bangsa.

Keenam, “Stiranggana-Cita”, sebagai pelestari dan pengembang budaya, pencetus sinar pencerahan ilmu dan pembawa obor kebahagiaan umat manusia. Dan yang terakhir, butir

ketujuh, “Smara-bhumi Adi-manggala”, tekad juang lestari untuk menjadi pelopor pemersatu dari pelbagai kepentingan yang berbeda-beda dari waktu ke waktu, serta berperan dalam perdamaian di mayapada.

Ada juga ajaran kepemimpinan yang lain, misalnya, “Serat Wulang Jayalengkara” yang menyebutkan, seorang penguasa haruslah memiliki watak “Wong Catur” (empat hal), yakni: retna, estri, curiga, dan paksi. Retna atau permata, wataknya adalah pengayom dan pengayem, karena khasiat batu-permata adalah untuk memberikan ketentraman dan melindungi diri. Watak estri atau wanita, adalah berbudi luhur, bersifat sabar, bersikap santun, mengalahkan tanpa kekerasan atau pandai berdiplomasi. Sedangkan curiga atau keris, seorang pemimpin haruslah memiliki ketajaman olah-pikir, dalam menetapkan policy dan strategi di bidang apa pun. Terakhir simbol paksi atau burung, mengisyaratkan watak yang bebas terbang kemana pun, agar dapat bertindak independen tidak terikat oleh kepentingan satu golongan, sehingga pendapatnya pun bisa menyejukkan semua lapisan masyarakat.

Ini sekadar menunjukkan contoh, betapa kayanya piwulang para leluhur, selain yang sudah teramat masyhur, yang termuat dalam episode Astha-Brata. Atau yang lain, kepemimpinan ideal berwatak Pandawa-Lima, yang dikawal dengan kesetiaan dan keikhlasan oleh seorang sosok Semar dan pana-kawan lainnya anak Semar. Di mana deskripsi, derivasi dan penjabaran serta aplikasinya dalam suatu kepemimpinan aktual mengundang kajian para budayawan dan cendekiawan kita.

Sementara untuk memahami keberadaan kita sekarang, mungkin ada baiknya jika membuka lembaran Babad Giyanti. Tatkala Pangeran Mangkubumi sebelum jumeneng Sri Sultan Hamengku Buwono I bergerilya di kawasan Kedu dan Kebanaran, pernah berujar secara bersahaja, yang dikutip dalam Babad Giyanti: “Satuhune Sri Narapati Mangunahnya Brangti-Wijayanti”. Ucapan itu menunjukkan keprihatinan beliau, bahwa kultur Barat sebagai akses gencarnya politik kolonialisme Belanda yang mencekik, niscaya akan membuat raja-raja Jawa terkena demam asmara dan lemah-lunglai tanpa daya.

Keadaan ini harus dihadapi dengan “wijayanti”, untuk bisa berjaya dan tampil sebagai pemenang. Maka dianjurkannya: “puwarane sung awerdi, gagat-gagat wiyati”, untuk menjadi pemenang, seorang raja haruslah meneladani sikap tulus tanpa pamrih, agar bisa menyambut cerahnya hari esok yang laksana biru nirmala.

Ungkapan ini rasanya amat relevan dengan keadaan sekarang ini, karena ada paralelisme histori, di saat kita menghadapi hantaman derasnya arus globalisasi, yang mengharuskan kita untuk tidak hanya berpangku tangan, melainkan harus bersiap diri untuk lebih meningkatkan kualitas dalam semua aspek kehidupan. Harus “eling lan waspada” menghadapi berbagai godaan dan cobaan di zaman Kala-tidha ini, di mana banyak hal yang diliputi oleh keadaan yang serba “tida-tida” – penuh was-was, keraguan, dan ketidakpastian.
.

Minggu, 29 Maret 2009

LOVE is a NEED

CINTA NEEDS is a
Love is the subject of union with the object, they mutually binding. Even kebergantungan each other, then you do not nodai ties with the hubris and hypocrisy.
Everyone want to feel love and want to be beloved. However, someone who would like to make should be able to read themselves, because many people who want to find love or even her minder did not believe in himself, I was a fraud, criminals, prostitutes or the poor me, my ugly face oe bobody's perfect.
That means the same regard to self-worth or not we all have the form of material and realistic in the sense only on the things that are visible lahiriyah. While the potential not only to the human problems of the material (reason and senses). Love is the potential of creating lahiriyah because gumpalah blast ruh Illahiyah in which the sentence is a nation (no god other than Allah).
But we must realize our own position, that in itself is a bond of love. Whoever is able to recognize themselves and know of the existence of potential heart, obviously in love that will be present in the self if we are able to clean the soul. Because the soul is the center circle of love, do not you feel because kekuranganmu minder, but if you are able to feel the droplets of water means that the soul is able to realize your love for each of the heart to think. For water droplets the sincerity of the soul is to receive what the attitude and sincerity of one ketundukkan "innal muhiba liman yuhibul mu'tiun" Indeed, when we love and we must obey what we love.
Basically, when we already feel the love, we will become slaves always ready to attend. O lovers of the, if indeed beruntungnya yourself to be able to clear up heart, pure, white, clean, and full of light. Truly happy souls reside if you have the heart that cared untain with prayer, is the reflection and zikir terawat with Shaleh charity.
In fact love has brought us hover above the cloud-free flying experience pleasure. For the love spark our minds have to always be positf, words are very beautiful and tuneful. Salalu dilumuri mouth with words that, far from the word hubris. Every grains contain moisture dimulutnya nuance wisdom and advice. Said he is very valuable, if other people listen and he will be stunned and amazed.
"Say:" If you (really) love Allah, follow me, Allah love and forgive your sins. " Allah is Forgiving, Merciful. " (Ali 'Imran verse 31).
It is very obvious if you have brought us in the quietness, so if you do not take love for it. If you love yourself with the changes the better, so if you do not love these quotes. If with a sincere love for yourself, patience and experience happiness, then you do not love about it.
O Know the lovers, we are not perfect human beings. Seyogyanyalah seconds we begin to realize the advantages we are not short of us. To become better, we must continue to try and continue the process of development will bring us love and forgiveness reach.
Furthermore, who does not want to feel the love!. Of course, we all want to feel.
Weak Gempal Bulu Stalan, 26 March 2009

Minggu, 22 Maret 2009

PENDIDIKAN BERBASIS KARYA WISATA

Lukni Maulana*
Membincang kota Semarang dibenak kita terekam pikiram bahwa kota ini adalah kota air sebab seringnya media masa dan media elektronik memberitakan banjir. Selain kota yang berpotensi dengan bencana seperti banjir dan tanah longsor, Semarang merupakan ikon propinsi jawa tengah dengan sebutan kota industri yang terdapat berbagai macam bangunan industri, mal-mal dan hotel berbintang.
Kota dengan basis barang dan jasa menjadikan kota ini semakin kental dengan arus ekonomi, akan tetapi dibalik itu semua kota Semarang memiliki potensi besar sebagai kota pariwisata. Namun hal ini, pariwisata tidak hanya sebagai model mencari keuntungan ekonomi semata, ada khalayak penting yaitu pariwisata sebagai wahana pendidikan lingkungan.
Dalam hal ini dapat dikembangkan melalui kebijakan Wisata ekologi (ecotourism) yang merupakan salah satu program pemerintah Semarang sebagai bentuk perwujudan kota berwawasan lingkungan. Maka dalam hal ini seyogyanya pemerintah kota dapat memberikan perencanaan kota tentang konsep Kawasan Wisata ekologi, yang tidak mengkesampingkan masyarakat marjinal dan dapat memberikan keuntungan ekonomi di kawasan wisata.
Masyarakat tentu akan bangga sekali jika wisata ekologi menjadi suatu dambaan sebagai upaya untuk menarik para wisatawan lokal maupun asing. Mereka akan terpesona dan terkesima bahwa ibu kota yang biasanya identik dengan kegiatan ekonomi mampu menyuguhkan kesan lain berupa taman-taman wisata berbasis lingkungan.
Salah satu proyeksi tempat wisata ekologi tersebut yaitu terletak di kawasan Semarang Tengah seperti kawasan Gunung Pati dan Mijen, Kawasn Semarang Barat, khususnya kawasan Wisata kebun binatang Mangkang. Sebab kawasan tersebut memiliki nilai keindahan alam serta kekayaan tanaman dan buah-buahan.
Hal ini ditengarai oleh keunikan dan potensi kawasan tersebut, semacam Guo Kreo yang telah dikenal karena potensi alam dan kera-kera yang hidup bebas serta memiliki sungai-sungai dengan arus yang cukup deras. Bayaknya tempat pemancingan sebagai nilai plus untuk pengelolaan wisata ekologi, bahkan Semarang masih memiliki banyak tempat wisata yang bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata ekologi diantaranya kawasan Pantai Maron dan Marina, Taman Margasatwa Wonosari atau Bonbin Mangkang, Kawasan Hutan dan Danau BSB di Ngaliyan dan Air Terjun dan gunung di Ungaran.
Oleh sebab itu, biar tidak terjadi konflik perencanaan kota antara pemerintah dengan masyarakat. Setidaknya pemerintah kota mampu membuat perencanaan kota berwawasan lingkungan yang tidak memarjinalkan daerah-daerah pingiran kota yang biasanya terkenak dampak dari pembangungan kawasan kota. Ini dapat dilihat dari banyaknya bencana baik bencana banjir maupun tanah longsor yang menimpa di kawasan tersebut semisal di daerah Genuk, Mangkang, Tugu, Tembalang, dan Gayam Sari.
Sebab kawasan wisata ekologi merupakan bentuk penyadaran nilai antara pemerintah dan masyarakat. Maka pemerintah dan masyarakat harus memiliki kesadaran dan bersemangat dalam mewujudkan kawasan wisata ekologi melalui partisipasinya dalam menjaga dan merawat lingkungan.
Melalui kawasan wisata ekologi diharapkan kita mampu bersifat arif dan bijak terhadap alam, karena sekarang ini dunia telah dilanda oleh krisis ekologi salah satu permasalahan internasional yaitu akibat terjadinya global warming.
Kawasan wisata ekologi sebagai bentuk representasi kota masa depan yang lebih bercorak kepada kota berwawasan lingkungan tanpa menghilangkan nilai kota berbasis barang dan jasa.

* Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang dan Pengiat masalah sosial dan kebudayaan di Sanggar ILCI (Ilmu dan Cinta) Semarang

Rabu, 18 Maret 2009

Sadar dalam ketidaksadaran…


Oleh: Umi Latifah
(HMI Cabang Semarang)

Beberapa malam yang tidak pernah mengenal apa arti dari kesadaran membuatku sadar akan tujuan hidupku. Aku harus berada di jalan yang mana? Jalan berliku tapi rata dan datar atau jalan yang lurus tapi rusak dan bergelombang. Menggunakan cara yang bagaimana?. Menghitung hari atau memanfaatkan hari. Mendengarkan atau didengarkan
Mencintai atau dicintai. Menjadi orang yang duduk diam dan termenung atau pasif…
Atau orang yang selalu jalan ke sana kemari atau aktif.
Menjadi orang yang selalu tersenyum tapi menyimpan dendam atau orang yang selalu cuek tapi tidak pernah mengenal apa itu dendam. Orang yang menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang berguna atau hanya menjadi orang yang duduk di depan komputer hanya untuk melihat-lihat hal yang tidak begitu berarti. Berpikir ke depan atau hanya berpikir untuk hari ini. Menikmati hidup di masa muda atau menikmati hidup di masa tua. Mencintai satu pria dan hanya memikirkannya atau mencintai satu pria tapi memikirkan banyak pria. Sekarang aku sudah sadar dan mengerti apa yang dikatakan hidup ini. Mengenal banyak karakter manusia memang belum lah cukup untuk menjadi bahan pembelajaran bagiku.
Tapi bagiku, harus sampai kapan aku berada dalam karakteristik orang lain. Tenggelam dalam begitu banyak problem manusia yang kualami. Karena, setiap kali aku mempelajari orang lain seolah-olah aku menjadi orang tersebut. Ironis memang, tapi itu lah hidupku. Hidup yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Banyak yang bilang kalau aku membingungkan. Benar, Karena aku sebelumnya juga bingung melihat diriku. Diam sesaat untuk berpikir dan menahan nafas. Dan mulai bernafas dengan semangat yang baru…


Take actions!
Miracles will happen…

Rabu, 11 Maret 2009

DOWNLOAD NOVEL E BOOK

NOVEL BIDADASRI UNTUK IHWAN,,,,,DOWNLOAD

SELAYANG PANDANG SANGGAR ILCI (ILMU&CINTA)


Mengapa Sanggar ILCI

Sanggar ILCI merupakan singkatan dari Ilmu dan Cinta yang merupakan salah satu wadah atau tempat berkumpul baik di tongkrongan, jalan-jalan, rumah-rumah, mall-mall bahkan di alam bebas, masjid-masjid dan majlis-majlis ilmu, mengajak dan menuntut kedamaian di semesta rahmatal lil’alamin. Mereka berdakwah kepada semesta bahwa hiasan dunia yang paling mulia adalah ilmu dan cinta. Engkau bebas melakukan apapun tapi ingat kebebasanmu masih terikat dengan kebebasan orang lain. Maka di sini kita belajar tentang ilmu untuk menghormati orang lain dan belajar cinta untuk terjalin kasih dan sayang dengan sesama dan lingkungan sekitar.

Kebebasan ada pada di setiap insan, hak yang telah diberikan Allah yang dianugerahkan kepada manusia. Kebebasan berkeyakinan, ibadah, berpendapat, berpartisipasi, merokok, bercinta dan terserah kamu mau melakukan apapun. Yang terpenting di hatimu tertanam benih-benih romantisme untuk saling menghargai dan menghormati orang lain.

Ilmu merupakan anugerah terbesar dari Allah untuk kita, karena ilmu kita diberi amanah untuk mengelola dan memakmurkan bumi menjadi khalifah-Nya. Maka jangan kau nodai bumimu dengan kepandaian atau kepintaranmu tapi jagalah, rawatlah dan siramlah bumimu dengan ayat-ayat tasbih dan dzikir.

Cinta adalah anugerah yang mulya untuk manusia, kita diciptakan untuk saling kenal-menganal, diciptakan dengan berpasang-pasangan. Sungguh hebatnya Allah yang telah menjadikan manusia tidak merasa kesepian dengan dunianya. Maka jangan kau nodai rasa cinta dengan nafsu binatangmu, binatang saja tidak sebegitu nafsu jika melihat mangsa di hadapan matanya. Hiasi anugerah cinta ini dengan rasa kasih, sayang, ampunan, pertolongan dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.

Sangar ILCI akan mengajarkanmu tentang dasar pendidikan, konsep akhlak, undang-undang, sistem sosial dan aturan nilai-nilai yang sesuai dengan fitrah manusia dan jika kau berpegang kepada-Nya maka kita tidak akan sesat selamanya.

Sanggar ILCI merupakan sistem global yang mengantarkan kehidupan manusia menuai kebebasan yang bermakna. Ia akan sempurna menjadi manusia yang sederhana, kerendahan diri, keberkahan duniawi dan istoqamah sejati untuk mengharap ridho Illahi Rabbi.

Jika ilmu dan cinta merupakan tiang semesta rahmatal lil’alamin, maka bukalah pintu pengajaran, pengkaderan dan perjuangan di situlah kemuliaan Allah bersemayam. Engkau mempunyai pegangan dan mempunyai uswah atau tauladan yan tiada duanya di dunia, pemimpin dan panutan. Maka matikan dirimu dengan sentuhan keharuman wangi bunga surga dan gapai kedekatan-Nya di pelukanmu.

Jika ilmu dan cinta adalah keadilan di dunia maka semesta ini adalah timbangannya, memberikan grafitasinya untuk kemulyaan semesta. Maka persamaan dan keterikatan merupakan bagian dari karakteristik dan satu aturan nilai yang bersumber dari semesta rahmatal lil’alamin.

Hubungan antara Tuhan, alam dan manusia adalah hubungan dialektika horisontal dan dialektika vertikal yang merupakan konsep keterpaduan atau penyatuan sebagai khalifah dan abdullah.

Sanggar ILCI merupakan kumpulan, kelompok bahkan gerombolan yang memeiliki cita-cita mencintai antar sesama, memberikan cinta kasih kepada semesta, memperjuangkan keadilan dan hak kaum mustadzffin serta memakmurkan bumi yang kami cintai.

Pedang mereka adalah pena, sebab kami selalu mengajak untuk kembali memerdekakan diri dari sikap ketertindasan. Perisainya adalah kertas, sebab kesucian menjadi arti bagi kami untuk selalu berada dijalan yang lurus jalan yang di ridhoi-Nya. Coretan adalah warna hitam, sebab hitam adalah kedalaman ilmu melalui ilmu yang berdasarkan keyakinana akan memberikan cahaya yang penuh dengan kedamaian.

Sanggar ILCI merupakan kumpulan preman dan berandalan, yang ingin memahami tentang kebaikan, kebenaran dan keindahan untuk semesta rahamtal lil’alamin. Mereka bergerak dari utara ke selatan, barat ke timur, dari daratan hingga ke daratan yang menuntut keadilan untuk bumi yang mulai merana karena tingkah manusia.

Bagaimana Sanggar ILCI

Sekilas tentang Sanggar Ilmu&Cinta atau biasa di sebut sanggar ILCI. Tidak dapat terlepas dari sejarah. Hadirnya Sanggar ILCI merupakan sebuah keinginan yang mewadahi sekelompok orang-orang yang gemar kumpul-kumpul dalam artian sistem yang di bangun berdasarkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang menginginkan kebahagiaan. Jadi perkumpulan ini adalah sekumpulan orang yang selau berinteraksi kemana ia pergi baik di tongkrongan, rumah, mall maupun di puncak gunung. Bahkan bisa hadir di masjid-masjid, dan jalanan.

Awalnya namanya bukan sanggar ILCI. Nama ILCI sendiri merupakan perubahan yang ke tiga dari nama-nama sebelumnya. Semula bernama Komunitas VALEX yang lahir sekitar tahun 2003, yang memfokuskanya kepada Komunitas Seni dan bergerak pada bidang Sastra dan Teater. kemudian banyak orang yang menayakan kok namanya VALEX apa sih artinya?

Kamipun bingung apa artinya, sebenarnya nama VALEX di ambil waktu pendiri menjadi di Pesantrena Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sekitar tahun 2001. Ketika itu kita saling kumpul untuk nonton bareng film horror di Zip Net Jombang. Dan tanpa sengaja hantu yang selalu di inget teman-teman yaitu bernama VALEX, akhirnya di buatlah nama Komunitas.

Singkat cerita nama VALEX kemudian di kasih sesuatu biar menarik yaitu dengan memberikan arti VALEX menjadi ”Varioriesme In Intelxtualizm” yang berarti “Selalu Bersemangat Untuk Berfikir”. Nama VALEX bertahan sekitar 3 tahun, kegiatan-kegiatan VALEX akhirnya beku total awal tahun 2006.

Kamipun merencanakan perkumpulan itu hadir lagi. Tanpa di sengaja ada Turnamen Futsal Piala Walikota Semarang yang di adakan oleh DPD KNPI. Kamipun berinisiatif untuk ikut, namun kami di tolak oleh mereka. Tapi kami tetap berjuang untuk bisa mengikuti turnamen tersebut. Maka pada akhirnya terbentuklah Sanggar ILCI yang berarti ”ILMU DAN CINTA”.
Kamipun meminta surat Rekomendasi Kecamatan Genuk atas kerjasama IRTAMA (Ikatan Remaja Telaga Muda) Genuk Banjardowo. Alhamdulillah akhirnya kami jadi ikut turnamen, padahal peserta turnamen adalah sekumpulan organisasi pemuda yang sangat terpandang sebut saja KNPI, HMI, PMII, KAMMI, LMND, PMKRI, Pemuda Pancasila, Pemuda Bulan-Bintang, FKNPI dll.

Dari sinilah awal terbentuknya Sanggar ILCI. Berawal dari keikutsertaan Jamah Maiyah gambang Syafaat di Masjid Raya Baiturrahman Semarang yang diampu oleh KH. Budi Harjono dan Emha Ainun Njib.

Pada saat itu terjadi perdebatan antara Gus Nuril dan Kiyai Budi melawan Cak Nun. Gus Nuril dan Kiyai Budi cenderung lebih menghargai cinta sebelum ilmu dan Cak Nun lebih condong ilmu setelah itu barulah akan tumbuh cinta yang hakiki. Perdebatanpun terjadi yang sebenarnya untuk memancing para jamaah lebih utama mana antara ilmu dan cinta serta memancing jamaah supaya ikut aktif dalam kegiatan dialog yang dilakukan malam 26 setiap bulannya.

Dan pada akhirnya di ambilah dua kata tersebut ilmu dan cinta menjadi Sanggar Ilmu dan Cinta yang kemudian di singkat dengana nama Sanggar ILCI. Kami meresmikan, menetapkan atau mendeklarasikan kelahiran Sanggar ILCI pada tanggal 24 Oktober 2008.

Apa prinsip Sanggar ILCI

Membangun Landasan Keharmonisan Ulul Albab

1.Mencintai kedamaian. Allah berfirman dalam surat Al Anfaal ayat 61 :

”Dan jika mereka condong kepada perdamaian, Maka condonglah kepadanya dan bertawakkAllah kepada Allah. Sesungguhnya dialah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”.

2.Rahmat bagi semua umat manusia. Allah berfirman surat Al Anbiyaa ayat 107 :

”Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.

3.Menghormati dan menghargai semua manusia. Allah berfirman surat al israa; ayat 70

”Dan Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami ciptakan”.

4.Tidak ada paksaan. Allah berfirman surat Al Baqarah ayat 256:

”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)”

5.Mewajibkan kepada manusia untuk berdakwah. Allah berfirman dalam surat An Nahl ayat 125 :

”Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

7.Menciptakan manusia dengan berbeda-beda supaya mereka saling kenal mengenal. Allah berfirman surat Al Hujuraat ayat 13 :

”Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”.

8.Menganjurkan untuk beramal shaleh. Allah berfirman :

”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang Telah mereka kerjakan”. (An Nahl ayat 97)

9.Mewajibkan umatnya untuk berjihad

”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui” (Al Baqarah ayat 216)

10.Mengerjakan amar maruf nahimungkar.

”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (An Nahl ayat 90)

11.Menganjurkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan.

”Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Al Maidah Ayat 2)


MOTTO

Menebar Cinta Menerangi Semesta

Jl. H Abdul Rasyid Banjardowo Rt 2/ VI Genuk Semarang 50117

TEAM FUTSAL SAAT PIALA WALIKOTA SEMARANG OLEH DPD KNPI SEMARANG 2008


KEREN KAN...

Jumat, 06 Maret 2009

BELAJAR DARI JARING LABA-LABA


Bertepatan hari Selasa tanggal 3 November 2009, diriku menjadi pemateri dalam acara Up Grading Pengurus Baru HMI di FPBS IKIP PGRI Semarang. Tanpa sadar kemungkinan itu bisa terjadi, padahal secara jadwal itu bukan hak, untuk menjadi pemateri. Akan tetapi hal itu berkata lain, salah seorang temanku (Ahmad Khunaifi) yang seharusnya menjadi pemateri tidak dapat memikul tanggung jawab tersebut karena ada sesuatu hal yang mendadak. Sebagai seorang teman akupun menyangupi untuk menggantikannya, walaupun dirasa kemampuanku tidak sebanding dengannya.
”Itu adalah sebuah tatangan...!, ujarku”. Sebab tanpa tantangan aku tidak akan berkembang dengan baik. Mealalui hal tersebutlah aku bisa belajar tentang banyak hal, terutama terkait dengan tema materi ”Jaringan Komunikasi Umat”. Padahal kalau di hitung-hitung ada berbagai macam manfaat menjadi pemateri, paling tidak kita mendapatkan pertama, melatih mental dihadapan forum. Kedua, sejauh mana retorika kita dalam menyajikan materi. Ketiga, kita akan berusaha belajar tentang materi tersebut. Keempat, akan mendapatkan tambahan ilmu dari proses timbal baling dengan peserta. Tentunya yang paling menarik adalah kita kan lebih dihargai, semacam penyambutan, hidangan dan keududukan yang lebih tinggi.
Akan tetapi disini aku tidak akan bercerita banyak tentang hal tersebut, bagiku itu adalah pembelajaran yang berklanjutan.
Pada dasarnya Jaringan Komunikasi Umat merupakan kosepsi ”jaringan” antara satu kepentigan dengan kepentingan yang lain. Mengapa saya bilang kepentingan sebab setiap organisasi tanpa idiologisitas kerja sama kita tidak akan mendapatkan apa-apa, karena setiap organisasi membutuhkan organisasi lain dan pihak yang kita ajak kerja sama. Apa lagi yang terkait dengan jaringan secara pribadi..! contohnya, ketika kita kuliah di IKIP PGRI yang note benenya merupakan ”keguruan”. Tentu sangat wajar jika menjadi seorang guru adalah sebagai sebuah tujuan. Maka tak ayal bahwa jaringan merupakan salah satu dari proses mewujudkan tujuan. Sebab jika kita hanya menuntut ilmu dibangku kuliah dan pada akhirnya kita mendapatkan ijasah, kita belum sampai kepada tujuan. Maka apakah kita kan memanfaatkan ijasah tersebut melalui jalan lamaran pekerjaan dari sekolah satu ke sekolah lain. Sangat ironi sekali bukan...!, apa lagi di era yang penuh nepotisme sekarang ini. Maka jaringan merupakan salah satu penentu mewujudkan tujuan tersebut, semisal ada dari keluarga, sahabat, kerabat atau pihak yang kita kenal yang bergerak di bidang keguruan. Kita akan sedikit mendapatkan informasi dari mereka seumpama ada peluang atau lowongan, tentu sangat menguntungkan kita bukan...!.
Apakah kau tahu seekor laba-laba saja membuat jaringan, coba pandangi jaring-jaring itu. Seekor laba-laba berdiam diri ditengah jaring-jaring, jaring-jaring itu membentuk bulatan yang sangat indah. Terus apa hubungannya dengan Jaringan Komunkiasi Umat dan apa hikmah yang terkandung didalamnya bagi kita mengenai konsepsi jaringan laba-laba, padahal hal tersebut bagi laba-laba hanyalah sebagai tempat tinggal.
Mungkin kita boleh berfikir seperti itu, akan tetapi kita sudah sedikit mendapatkan jawabanya yaitu pertama, sebagai rumah atau tempat tinggal ini menandakan dengan jaringan atau networking kita akan mendapatkan manfaat. Kedua, sebagi tempat berlindung dengan jaringan kita akan belajar berlindung sebab jaring laba-laba sangat lengket dan pekat. Ketiga, jaring-jaring itu membentuk lingkaran tidak beraturan bahwa konsepsi jaringan setidaknya mengajarkan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain tanpa membeda-bedakan. Keempat, lihat jaring-jaring itu terikat kuat pada setiap sisinya sehingga mampu tegak berdiri, mengisyaratkan kita harus tanggung jawab (sense of responbility) dan mampu menjaga hubungan baik (the lookout for carefully relationship). Pada akhirnya laba-laba itu tidur dengan pulas ditengah rumhnya, maka hal tersebutlah yang kita harapkan melalui hubungan atau ikatan menjaga tali persaudaraan, khusunya persaudaraan sesama muslim).
Jaringan hanyalah sekelumit cara, yang penting bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang unggul. Terpenting bagiku adalah konsep (win or learn) menang atau belajar, untuk mendapatkan tujuan kita harus menjadi pemenang dalam mendapatkannya. Jika kita gagal maka jangan menjadi pesimis, akan tetapi sebagai jalan untuk belajar. Melalui hal tersebut kita akan tahu kekurangan dan kelebihan.
Di zaman ini kita hidup dengan penuh tantangan, apabila kita menyerah atau kalah maka kita akan tergilas dan menjadi orang yang merugi. Tidakkah kita menyadari bahwa hidup ini kita harus memiliki K-4, (1). Kompetensi, (2). Komitmen, (3). Koorporasi, (4). Kolega. Melalui hal tersebutlah kita dituntu untuk tetap optimis dalam menjalani hidup ini, sebab silih bergantinya siang dan malam ada tanda-tanda bagi orang yang berfikir. Selamat belajar, gapai kemenangan...!

Kamis, 26 Februari 2009

Tebarkan Virus Ngeblog Bersama Loenpia Net

”Loenpia”
(SEMARANG) Blog telah menjadi virus dikalangan masyarakat internasional yang getol untuk berselanjar di dunia maya. Para pecinta blog adalah mereka yang memiliki berbagai kegiatan baik dari kalangan pelajar, pejabat, ekonom, pedagang hingga para politikus. Tidak heran jika mereka memanfaatkan blog sebagai media komunikasi, informasi dan promosi. Dengan memanfaatkan fitur gratis tersebut, mereka yang dulunya tidak bisa memanfaatkan untuk berkreasi di dunia maya kini mereka bebas berekspresi.
Loenpia Net merupakan kumpulan kaum blogger di wilayah Semarang. Wadah para pecinta dunia maya untuk saling bertukar pikiran, untuk mewadahi aspresiasi tersebut Loenpia Net mengadakan kegiatan yang bertajuk "Tebarkan Virus Ngeblog Bersama Loenpia Net dot Com" dalam acara Mega Bazar Computer 2009 di DP Mall Semarang. Acara ini berlangsung mulai 25 Februari hingga berakhir pada tanggal 1 Maret.
Event kali ini juga menegahkan berbagai macam kegiatan mulai dari pelatihan dan pengenalan blog secara perivat, blog clinic, talk show. Tidak sampai di situ kegiatan Loenpia Net, yang paling berkesan untuk para Blogger yaitu Lomba Blog ini diperuntuhkan bagi siapa saja dengan mendaftarkan diri di Stand paling akhir hingga hari Sabtu.
Agus Thohir (22), mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, mengungkapkan, acara semacam ini perlu di adakan dan sangat di butuhkan sekali khususnya bagi mereka yang sangat awam di dunia maya, apa lagi virus ngeblog merupakan sarana yang efektif untuk saling tukar pengalaman di jagad maya," ucapnya.

Minggu, 22 Februari 2009

TU(h)AN PRESIDEN


Oleh : Lukni Maulana

Derap-derap langkah kaki terdengar seiring angin kecil berhembus di dalam ruangan auditorium pertemuan. Kaki itu muncul berhiaskan sepatu hitam dinas, pakaianya parlente dan nampak jas dan dasi memenuhi sekucur tubuhnya. Perlahan waktu orang-orang telah memadati arena tersebut, layaknya arena pertandingan sepak bola. Sorak-sorak gembira dan tepuk tangan menyambut kedatanggannya.
Wajah cakrawala yang kian berwarna merah padam muncul dari sedan berwarna hitam. Cakrawalanya kian bersinar terang menghijaukan sisi-sisi ruangan. Mungkin matahari telah lama bermimpi dalam peraduan indah gemilang bidadari surga. Sesosok manusia penuh karisma keluar melambaikan tangan, membungkam suara-suara yang penuh dengan ke-egoan. Teriakan para manusia kerdil menghantam janji-janji yang di bumbui dengan sugesti.
Terik mentari dan debu-debu seakan memadu kasih menciptakan romantisme picisan menyambut kedatangannya. Kehadiranya dianggap sebagai sesosok satrio piningit dengan berbekal visi yang lebih maju untuk negeri tercinta. Para pecintanya terlelap asyik mendengarkan khutbah kemerdekaan, mendayung waktu dalam pergulatan zaman yang lebih demokratis.
Tanpa penuh kesadaran, sekarang para pecinta telah menjadi ruh dan nyawa bagi pemimpinnya. Mereka rela melakukan apapun bahkan nyawapun menjadi taruhan, yang terpenting orang yang ia cintai dapat menduduki nikmatnya istana negara.
”Wahai pendukungku, akan aku ajarkan bagaimana demokrasi yang sesungguhnya. Bahwa perubahan dilakukan melalui hal terkecil yaitu melalui teriakan kalian untuk mendukungku”. Ucapan satrio piningit menghempas ke seluruh auditorium.
Pernahkan para pecinta kembali menjelajahi isi hatinya. Pada hakekatnya setiap diri mempunyai hak untuk mendukung dan memiliki kewajiban yang harus ia kerjakan. Namun disadari atau tidak, pada realitasnya para pecinta tetap menjadi nyawa untuk pujaannya.
”Eh...Man! Sudah jam berapa ini, sepertinya kok mentari sudah condong ke barat ?. Tanya Sugeng kepada Herman.
”Baru jam setengah tiga, emang ada apa to kok nanya jam segala ?”. Sahut Sugeng.
”Tahu ngak Man, kita disini berdiri sudah hampir 5 jam. Apa kau lupa ini sudah saatnya shalat dzuhur”.
”Oh..ya, hampir kelupaan. Tapi nangung lah acaranyakan hampir selesai. Ntar nggak kebagian amplop lho. Kasian tuh istri dan anakmu menunggu dirumah, sedangkan engkau tinggal shalat malahan kau tidak dapat amplopnya”. Herman mengajak sugeng.
”Tapi...!”.
”Ngak usah pakai tapi, lha yang punya acara saja lupa. Kita juga seharusnya ikut-ikutan lupa.
”Gitu ya...Man!. Ya udah”.
Waktu seakan memutar cepat, sesuatu yang diharapkan dan menjadi banyak incaran kaum pecinta. Bungkusan berwarna putih itu pastilah amplop yang telah digengamnya erat. Seorang manusia rendah berlari dengan tergesa-gesa memberikan salam kepada pujaanya.
”Terima kasih atas dukungannya, semogga ini bukan kali terakhir engkau menjadi para pecintaku”. Pesan terakhir untuk para pecintanya.
Dua sahabat Sugeng dan Herman berjalan dengan penuh keriangan, cara pandangnya mengatakan bahwa untuk tiga hari ini mereka bisa makan enak.
Orang yang di cintaipun beranjak pergi dengan sedan mewahnya dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Sedangkan mereka berdua hanya bisa berjalan dengan di fasilitasi terik mentari. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya mampir untuk di lewati, bukan di terjemahkan untuk bisa menjawab problema kehidupan. Tapi sangat sederhana sesungguhnya manusia hanya ingin menikmati kebahagiaan sementara yang penuh dengan kenyataan. Bukan omong kosong yang dibungkus dengan kemunafikan dan iri hati.
Bagaimana merumuskan demokrasi untuk negeri tercinta, yang berjubel dengan orang-orang besar dan pintar. Pada gilirannya membentuk sistem yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang bermental miskin. Apakah orang kecil yang menjadi pusat pergeseran untuk menaklukan sistem. Problem yang tidak dapat dihindari oleh gerak-gerik manusia yaitu berupa materi. Apa lagi berfikir agama dan problem hermeneutik yaitu suatu hal yang berkaitan dengan proses tingkah laku pemahaman keagamaan.
* * *
Orientasi tersebut telah membutakan mata hatiku bergulir seiring perubahan yang tidak kenal henti. Mereka kaum pecinta melangkah dalam pembuktiannya untuk berinteraksi dengan diriku. Ini lah aku yang hanya bisa terbaring lemas diantara dua roda tanpa kaki. Aku hanya bisa memandang indah dunia dengan kedua mataku, namun aku tidak bisa menikmati langka kaki untuk menginjak bumi dan berlari kencang memetik bunga-bunga ditaman.
Kutukan pecinta itu menghantui hidupku, semua yang aku ucapkan seperti layaknya wahyu Jibril. Tangan-tanganku ini seperti berkah yang memberikan rizki, tetesan keringatku seperti halnya air zam-zam yang dapat menyembuhkan. Kemana Tuhan, apakah ia telah lari dan bersemubunyi di balik tirai, aku yang bodoh ataukah para pecinta yang amat keterlaluan terhadapku. Mereka telah menjerumuskanku dalam lembah kehinaan, sedangkan mereka sedikit kenikmatan namun sangat mensyukurinya.
Aku dan pecintaku hanyalah buah karya Tuhan yang paling agung dan unik. Pada awalnya penciptaan manusia, semua malaikat merasa kurang sepakat dengan penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi, tapi mereka tetapa bersujud kepada manusia yang penuh dengan kehinaan sebagai bukti cinta kepada tuhannya. Sedangkan kaum pecintaku hanya mencintai bungkusan putih yang hanya berisi beberapa rupiah.
Maafkan aku wahai pecintaku. Ampuni hambamu Ya...Tuhan, Engkaulah segala dari ke-Mahaan tidak ada daya dan upaya selain asma-Mu. Aku tidak akan melupakan kejadian itu, saat mobil sedan yang ku tumpangi terperosok kedalam jurang. Kini mimpi-mimpi itu telah sirna, ditelan heningnya malam bulan purnama.
Melalui sujud taubatku ini, aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk negeri tercinta demi kemakmuran dan kesejahteraan untuk semua. Aku meyakini bahwa setiap manusia memiliki ruh yang merupakan saripati kesucian. Dimana di dalam ruh itu terkandung keimanan berupa kalimat “Laailaaha Illallah” dan “Asmaaul Husna”. Karena setiap ruh itu suci yang semestinya selalu berdzikir dan melakukan hal-hal yang baik, bukan menjadi tu(h)an presiden.
* * *
Sangat sederhana dalam merumuskan demokrasi, kita berhak memilih dan dipilih namum semua ada sistemnya. Sistem terbentuk karena adanya keinginan untuk mendapatkan yang terbaik di sisi-sisi singasana dipenuhi dengan limpahan intan permata. Sosok Herman dan Sugeng hanyalah manusia yang mencinta, ketika ia membenci atau menyukai akan mendapatkan perlakuan berbeda. Seperti halnya mendapatkan sedikit materi. Setiap insan menghendaki keabadian dan kemapanan hidup serta merasakan hal-hal yang menciptakan kenyamanan.
”Sekarang sudah tidak terdengar lagi suara-suara demokrasi”. Tanya Herman kepada Sugeng dengan sambil menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi di warung makan Mbok Yuni.
”Iya...ya. Kau kan tahu sendiri si Firman Hadi Sutrisno itu mengalami kecelakaan dan sekarang ia hanya bisa duduk di kursi roda. Semua hartanyapun hampir habis untuk berobat”.
”Makanya kalian tu harus bersyukur, walau ngak punya uang tapi tetap sehat dan dapat menikmati makananku”. Mbok Yuni ikut-ikutan ngomong.
Keanehan muncul dari warung kecil di pertigaan jalan. Kicau burung bagai Sang Khidir mengajarkan cinta untuk Nabi Musa, sang pecinta telah lupa pada siapa yang namanya Firman Hadi Sutrisno seorang pengusaha sukses. Kenistaan ini muncul bisa dari ketinggian dan kerendahan. Di sisi lain demokrasi telah di kotori oleh kedurhakaan pecintanya dan cahaya mulai redup ditangan manusia yang tidak lagi memiliki materi. Pantaskah kita berfikir menjadi khalifah di bumi, sedangkan kita semua berebut untuk mendapatakan jabatan dan kehormatan.
Kau tercipta dari tanah dan merupakan simbol kebusukan, kekotoraan dan kenistaan. Dengan materikah engkau ingin memulyakan harkat, martabat dan takwamu. Tidak semua hanya awal dari sebuah akhir ”eling marang sangkan paraning dumadi”. Tujuan kita hidup adalah untuk mengabdikan diri menuju ke haribaan-Nya, maka janganlah kau kotori dengan noda-noda dusta dan durhaka serta materi semata.
Semarang, 20/02/09 (22.06 WIB)

masyarakat madani


Oleh: Mukhamad Habibi

Wacana masyarakat madani sebenarnya sudah sejak lama berkembang di Indonesia. Istilah ini mula-mula disampaikan Anwar Ibrahim dalam Festival Istiqlal pada tahun 1995. Meski demikian, penggagas awal masyarakat madani ini adalah Muhammad Naquib Al-Atas yang kemudian dielaborasi oleh Nurchalis Madjid. Masyarakat madani adalah satu citi-cita masyarakat ideal.

Menurut Naquib Al-Atas, Masyarakat madani adalah terjemahan dari al-mujtam’ al-madani. Kata madani sendiri memilki asal kata yang sama dengan ad-din atau agama yang juga merupakan asal kata dari tamaddun yang berarti peradaban. Di samping itu, kata madani jugu mempunyai akar yang sama dengan kata madinah yang berarti kota. Sehingga di sini ada keterkaitan antara agama (din), kota (madinah) dan peradaban (tamaddun). Masyarakat madani sendiri seringkali disamakan dengan isitlah civil society yang berasal dari khazanah pemikiran Barat. Civil society adalah masyarakat yang berperadaban, masyarakat yang merdeka, masyarakat yang pauh pada hukum.

Masyarakat madani dalam pemikiran Islam merujuk pada masyarakat Islam generasi awal, yaitu masyarakat yang di bangun oleh nabi di madinah yang semula bernama Yatsrib. Penggunaan nama madinah sendiri untuk membedakannya dengan golongan Barbar yang hidup nomaden. Dirujuknnya masyarakat madani pada masyarakat madinah ini karena masyarakat Madinah memiliki toleran yang tinggi terhadap sesama masyarakat, penghargaan dan kepatuhan pada hukum atau kesepakatan bersama yang ditunjukkan oleh Piagam Madinah.

Merujuk pada isi Piagam Madinah Nurchalis Madjid melihat, setidaknya ada empat prinsip yang membangun masyarakat madani: Pertama egaliterian, yaitu persamaan hak dan kewajiban bagi setiap warga. Tidak ada kolompok atau golongan yang lebih tinggi dari yang lain. Kedua, penghargaan kepada masyarakat diberikan atas dasar prestasi. Ketiga, keterbukaan dan partisipasi masyarakat. keempat, supremasi hukum tanpa pandang bulu. Kelimaa, inklusivisme yaitu sikap keterbukaan, rendah hati dan toleransi. Keenam, musyawarah. Sejalan dengan Nurcholis Madjid, AS. Hikam merumuskan empat ciri utama masyarakat madani, yaitu, kesukarelaan, keswasembadaan, kemandirian tinggi terhadap negara keterkaitan pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memilki kekhasan sosial-budaya. Merupakan fakta historis bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majmuk, yang terdiri dari beragam suku, budaya, bahasa dan agama. Masing-masin suku, budaya dan bahasa memiliki satu sistem nilai yang berbeda. Kemajemukan ini akan menjadi bencana dan konflik yang berkepanjangan jika tidak dikelola dengan baik.

Kebhinekaan dan kearifan budaya lokal inilah yang harus dikelola sehingga menjadi basis bagi terwujudnya masyarakat madani, karena masyarakat madani Indonesia harsu dibangundari nilai-nilai yang ada didalamnya, bukan dari luar. Dengan demikian, menurut Tilaar ciri-ciri khas masyarakat madani Indonesia adalah a). Kergaman budaya sebagai dasar pengembangan identitas bangsa Indonesia dan identitas nasional, b). Adanya saling pengertian di antara anggota masyarakat, c). Adanya toleransi yang tinggi, dan d). Perlunya satu wadah bersama yang diwarnai oleh adanya kepastian hukum.

Perwujudan masyarakat madani indonesia adalah usaha holisitk yang mencakup a). aspek suprastrukur, yaitu bangunan paradigma tauhid, b). aspek sosial budaya yaitu adanya budaya masyarakat yang terdidik dan mandiri. c). Aspek struktur yaitu pada perbaiakan dan penguatan pada basis sistem kenegaraan. Wallahu a’lam bi masyarakat madani Indonesia.

Data-data kebangkrutan Indonesia


Sabtu, 03 Januari 2009
www.wawasan.com


KITA telah meninggalkan tahun 2008 dan memasuki tahun 2009. Selama tahun 2008 banyak hal yang sudah dilakukan pemerintah. Selama itu pula, masyarakat harap-harap cemas menanti gebrakan perubahan yang lebih produktif ketimbang tahuntahun sebelumnya. Sayangnya, kita tetap saja kecewa dengan hasil kerja dari para penyelenggara negara.

Memang harus diakui ada beberapa kemajuan yang telah diperoleh, namun masalah-masalah klasik di sejumlah sektoral masih menguak keprihatinan yang mendalam. Kita dapat merefleksikan berbagai persoalan kenegaraan yang bakal kita hadapi ulang di tahun ini; bahkan tantangannya kian berat.

Kerawanan pangan
Indonesia masih menghadapi krisis pangan. Krisis, dalam arti terus meningkatnya ketergantungan pada impor. Hal ini ditandai dengan suplai dan harga sembako yang kian mahal. Akibatnya, prahara rawan pangan merebak di berbagai daerah.

Besarnya poin krisis memiliki korelasi dengan banyaknya penduduk yang mengalami kerawanan pangan. Tahun lalu, jumlah penduduk miskin sebesar 16,6% dari 217 juta penduduk (data BPS). Jika mengggunakan standar Bank Dunia, orang miskin di Indonesia berjumlah 110 juta jiwa (50%).

Pertanian tidak menyejahterakan petani. Data BPS menunjukkan, pertumbuhan sektor pertanian dari 4,1 % pada 2004 menjadi 3,0 % pada awal 2008. Pangsa PDB pertanian menurun dari 15,5% pada 2004 menjadi 13% pada tahun 2008.

Indonesia telah kehilangan swasembada pangan. Pada tahun lalu produksi gabah kering turun 1,2 juta ton jika dibandingkan pada 2007. Sekarang, tiap tahunnya Indonesia tidak kurang mengimpor beras sejumlah 2 juta ton.

Menurut Angka Impor Pangan versi Prof Rokhmin Dahuri, Indonesia adalah pengimpor beras terbesar (2,5 juta ton/thn) dan pengimpor gula terbesar kedua di dunia (2,0 juta ton/thn). Selain itu, kita juga mengimpor kedelai (1,2 juta ton), jagung (1,3 juta ton), dan sapi (550.000 ekor) pada tahun kemarin (sumber: Muchtar Effendi Harahap, 2 Des 2008).

South Centre memperkirakan bahwa 90% perdagangan pangan dunia dikontrol 5 perusahaan transnational coorporation (TNCs); 75% perdagangan serealia dikuasai 2 TNCs; 3 TNCs menguasai 85% perdagangan teh; 5 TNCs menguasai 70% produksi tembakau; 7 TNCs menguasai 83% produksi gula; dan 4 TNCs menguasai 2/3 pasar pestisida, serta 100% pasar global bibit transgenik. TNCs bisa mengontrol harga input, membentuk harga kartel, mendepak perusahaan lokal, dan membeli komoditas petani dengan harga super murah.

Sesuai data Departemen Perdagangan RI, harga kebutuhan pokok, terutama di masa Pemerintah SBY dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang relatif tinggi.

Sumberdaya alam dan kehutanan
Kekuatan asing dan elemen-elemen pemerintah telah berkonspirasi dengan Bank Internasional, menjarah kekayaan alam yang menyebabkan Environmental Crime, Mineral Crime, dan Tax Crime. Sistem Kontrak Karya dengan pihak asing telah merugikan Indonesia.

Menurut BP Migas, produksi minyak bumi Indonesia mengalami penurunan hingga 16%. Mulai 2006 penurunan produksi ini mencapai 30.000 barel/hari.

Indonesia mengekspor minyak mentah namun mengimpornya kembali dengan harga 0,38 - 3,95 USD/barel lebih mahal. Impor minyak mentah sebenarnya tak perlu dilakukan seandainya ekspor tak dilakukan. Produksi minyak KPS bisa dibeli pemerintah dan dapat diolah di kilang dalam negeri. Negara dirugikan 3 - 4 triliun rupiah/tahun.

Perimbangan Perdagangan Minyak Mentah (Crude Oil) dan Produksi Minyak (Oil Product) makin minus khususnya sejak 2003. Data Trade Balance of Oil and Oil Product menunjukkan Indonesia bukan lagi negara pengekspor minyak, melain sudah menjadi pengimpor minyak.

Dominasi koorporasi internasional dalam eksplorasi migas sudah memiskinkan bangsa kita. 85% produksi migas dikuasai kontraktor asing, utamanya Chevron-eks Caltex, termasuk Unocal, CNOOC, Exxon Mobil, BP, dan Vico. Kontraktor nasional (termasuk Pertamina) cuma memproduksi 15%.

Produksi migas lebih ditujukan untuk ekspor. Lebih 58% produksi gas diekspor. Defisit gas di dalam negeri mencapai 2.036,64 MMSCFD. Lebih dari 40% produksi minyak mentah masih diekspor, padahal kebutuhan dalam negeri yang mencapai 1,4 juta barel/hari sudah melebihi kapasitas produk yang hanya 1 juta/hari.

Makin melemahnya posisi tawar (bargaining power) pemerintah terhadap kontraktor migas bisa dilihat dari indikasi ini: 1) Pemberlakuan DMO Holiday: kontraktor tidak wajib menjual minyak ke dalam negeri untuk jangka waktu tertentu. 2) Perubahan DMO fee: pemerintah harus membeli minyak yang di DMO-kan dengan harga pasar. 3) Perubahan batas atas cost recovery dari 40%- 60% menjadi 100% dan bahkan 120% untuk lapangan marginal. 4) Split bagi hasil 0% bagi pemerintah, 100% kontraktor (kasus Natuna D Alpha). 5) Disepakatinya kontrak ekspor gas/LNG dengan harga 3-4 USD/MMBTU, padahal harga pasar sudah mencapai 9 USD/MMBTU.

Sub-sektor Minerba didominasi perusahaan asing. Penerimaan negara dari Minerba relatif tidak signifikan, rata-rata 3% dari total penerimaan negara. Lebih kecil dibandingkan penerimaan dari devisa (remittance) TKI yang mencapai 30 triliun rupiah. Devisa dari Minerba hanya 20,9 triliun rupiah (Data: DESDM).

PT Freeport Indonesia dan Newmont Nusa Tenggara menguasai 100% produksi konsentrat tembaga di Indonesia. Dua perusahaan ini menguasai lebih 86% produksi emas dan perak. Royalti emas dan perak hanya 1% dari gross revenue, sedang royalti tembaga cuma 3,5%.

Lebih dari 67% produksi batubara dihasilkan oleh kontraktor batubara asing, seperti Arutmin, Adaro, Kaltim Prima Coal, dan Kideco. Lebih 95% produksi beragam mineral diekspor. Lebih 70% produksi batubara juga diekspor.

Untuk minyak sawit mentah (CPO), pemerintah lebih melayani permintaan luar negeri ketimbang kepentingan dalam negeri. Tahun lalu, 53% CPO diekspor ke Eropa. Akibatnya, minyak goreng langka dan harga di dalam negeri melonjak. Kerugian akibat salah urus dalam pengelolaan SDA seperti pertanian, kehutanan dan kelautan sebesar 30 triliun rupiah/tahun.

Hasil Indonesia mengekspor ikan tangkap hanya 2 miliyar USD/tahun, sedangkan Thailand sebesar 11 miliyar USD. Padahal Thailand memiliki garis pantai hanya 2.400 km, sedangkan garis pantai Indonesia sepanjang 81.000 km. Sementara kerugian akibat pencurian ikan sebesar 4 miliyar USD/tahun.

Kerusakan hutan terus melaju dengan mengorbankan rakyat. Menurut Departemen Kehutanan (per 20/8/2006), Indonesia memiliki hutan seluas 120,35 juta ha (62,6% dari luas daratan) yang memiliki kekayaan mega biodiversity ketiga setelah Brazil dan Kongo. Namun, laju kerusakannya termasuk dalam deforestasi tercepat. Setiap jam, kawasan hutan lenyap seluas 300 lapangan sepak bola. 2 tahun lalu, laju kerusakan hutan Indonesia sudah mencapai 2,72 juta ha. Maraknya illegal logging mengakibatkan negara rugi 40 triliyun rupiah/tahun.

Bersamaan kerusakan hutan, persoalan konversi lahan terus meningkat. Khususnya di kawasan ekologis genting atau kawasan pesisir yang terkena abrasi tinggi dan terumbu karang mengalamai kehancuran hebat. Sisa terumbu karang yang baik kini tinggal 6%.

Pertambangan yang merusak masih saja bebas mencemari sungai, laut dan udara. Semburan Lapindo sebagai drama perusakan terbesar sepanjang abad juga kurang mampu diatasi Pemerintah SBY-JK. Lingkungan hidup selama 3 tahun tak pernah memegang posisi kunci.

Pengurasan SDA telah mendatangkan bencana bagi masyarakat di sekitar daerah yang dieksploitasi, karena dampak lingkungan dan menciutnya lahan pertanian. Akibatnya kini terdapat perbedaan sangat kontras dalam penguasaan lahan. Petani hanya menguasai lahan 0,4-1,3 ha untuk budidaya, sedangkan 1 perusahaan perkebunan menguasai rata-rata 1.780 ha dan 10 group penguasa HPH menguasai 24 juta ha dari 51 juta ha hutan produksi.

Sebanyak 85% bencana alam yang dilaporkan Bakornas PB disebabkan oleh dampak kerusakan lingkungan akibat pengurasan SDA. Sementara hak masyarakat atas pengelolaan SDA tak pernah jelas dan tak pernah diatur.

Ancaman kekurangan air akan dihadapi jutaan penduduk di Pulau Jawa, yang jumlahnya 65% total penduduk di Indonesia. Cadangan air di Jawa hanya 4% dari total cadangan stok nasional akibat tangkapan air selalu dihancurkan. Lima tahun belakangan ini banjir di Pulau Jawa meningkat 3 kali lipat.

Misalnya saja, kondisi Bengawan Solo belakangan ini makin memrihatinkan. Hutan di Daerah Aliran Sungai yang memasok air ke Bengawan Solo hanya tinggal 1%.

Pemerintah sekarang tidak memberikan anggaran signifikan untuk bencana alam karena 70% anggaran justru habis untuk aparat pemerintahan. Sumber daya alam kita, kini telah berubah, dari berkah menjadi petaka.

Industri dan perdagangan
Keberadaan pasar tradisional belakangan ini makin tergilas oleh maraknya supermarket. Di Jakarta, misalnya, sekitar 80% pedagang tradisional saat ini tak mampu tumbuh, karena kalah bersaing dengan pasar modern. Bahkan, beberapa pasar regional dan wilayah saat ini dikuasai produk impor.

Menurut Bank Dunia, tiada supermarket di manapun di dunia yang begitu bergantung pada produk impor seperti di Indonesia. Sekitar 60% sayur mayur dan buah yang dijual berasal dari impor. Angka ini 2-3 kali lebih besar dari produk impor di supermarket di Thailand, Meksiko, dan Cina.

Ketergantungan industri pengolahan pada bahan baku impor demikian besar. Industri keramik, misalnya mengimpor tanah liat hingga pelapis. Lebih dari 90% kapas untuk industri tekstil juga diimpor. Ketergantungan impor pun terjadi pada besi, plastik, produk turunan minyak bumi, dan permesinan. Industri makanan olahan juga masih bergantung pada impor. Untuk komoditas yang melimpah di negeri ini, seperti kayu dan rotan, industri pengolahannya masih meneriakkan kelangkaan bahan baku. Sebaliknya, industri kayu - rotan di Cina dan Vietnam yang tak memiliki sumber bahan baku justru maju pesat.

Media massa dan telekomunikasi
Menurut MPPI (Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia), kepemilikan televisi swasta mengarah pada monopoli kepemilikan. Adanya pelanggaran UU No 32/2002: dimana suatu badan hukum paling banyak hanya memiliki dua izin penyelenggaraan penyiaran televisi yang ada di dua provinsi berbeda.

MPPI menunjukkan, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) adalah badan hukum bukan penyelenggara usaha di bidang penyiaran telah memiliki dan menguasai 3 Lembaga Penyiaran Swasta sekaligus, yaitu 99,99% pada RCTI, 75% pada TPI dan 99,99% pada Global TV.

Kondisi ini jelas tidak sehat, membuat masyarakat tak punya banyak pilihan dan juga dapat membodohi masyarakat karena informasi yang diterima akan relatif seragam dan cenderung tidak mendidik. Bahkan, televisi sudah dipakai untuk kepentingan tertentu pada Pemilu 2009. Saat ini ada sejumlah pemilik televisi yang memakai medianya untuk membela diri ketika terkena persoalan. Lembaga penyiaran seharusnya sesuai dengan asas diversity of ownership dan asas diversity of content.

Korporasi asing telah memonopoli usaha telekomunikasi. Salah satu fakta yakni Keputusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menetapkan Temasek Holdings (milik Singapura) telah melanggar UU NO 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli, karena memiliki saham di dua perusahaan telekomunikasi: yaitu PT Telekomsel dan Indosat Temasek, lewat Singtel dan ST Telemedia, menguasai 35% saham Telekomsel dan 41,94% saham Indosat.

Infrastruktur, maritim, dan pertahanan
Menurut ECONIT"s Economic Outlook 2008, setelah 3 tahun Pemerintah SBY hanya terbangun 48 km (3.7%) dari target 1.300 km atau 260 km/tahun (2005-2009). Hasil dari dua kali Infrastructure Summit, tentang percepatan pembangunan infrastruktur lebih merupakan respon birokratik ketimbang upaya konkrit menyelesaikan masalah pembangunan infrastruktur.

Seluruh pelabuhan dan kapal Indonesia dinilai tidak aman sehingga terancam "diboikot asing" (Peringatan US Coast Guard). Hal ini disebabkan adanya penilaian bahwa masih banyak perusahaan pelayaran dan pelabuhan di Indonesia yang belum melakukan kode keamanan maritim ISPS CODE. Dalam perhitungan volume lalu lintas barang, resiko ini menjadi hambatan bagi ekspor dan impor sebesar 400 juta ton/thn.

Dalam bingkai kemandirian bangsa, bidang pertahanan dan keamanan Indonesia terlihat masih dalam posisi sebagai objek. Misalnya, dalam kasus DCA (Defence Cooperation Agreement) dengan Singapura; penyelesaian hukum pelanggaran HAM oleh prajurit TNI; serta alat persenjataan.

Singapura berani melakukan perluasan wilayah dengan menimbun pasir yang diambil dari wilayah Indonesia. Perbatasan Indonesia-Malaysia di sepanjang Kalimantan makin lama makin merugikan kita. Sebagian kawasan perkebunan di Sabah dan Serawak sudah menjorok 7 km ke dalam wilayah Indonesia, dijadikan kawasan Malaysia.

Ketergantungan Indonesia sangat tinggi terhadap impor persenjataan militer. Ketergantungan ini, terutama pada AS (34%), Prancis (12%), Jerman (12%), Rusia (10%) dan Inggris (9%). Industri strategis domestik hanya mampu memberikan kontribusi sebesar 5%. Menurut INFID, negaranegara NATO mendominasi sebagai sumber pengadaan Alutsista TNI. Indonesia telah menjadi bagian aliansi strategis NATO.

Indonesia termasuk negara paling rendah alokasi anggaran belanja pertahanan dari persentase PDB. Hanya sekitar 0,76-0,88% dari PDB. Padahal secara normatif tingkat ideal 5%; tingkat wajar 3%; tingkat minimal 2% dari PDB. Anggaran pertahanan Indonesia adalah yang terkecil di antara negara tetangga.

Politik luar negeri, politik hukum, dan korupsi
Masalah nasib TKI, kita hanya mampu defensif, bukan proaktif melobi-terutama otoritas negara Malaysia dan negara lain di mana TKI bekerja-untuk melindungi WNI di luar negeri, sembari mendesakan penyelesaian hukum terhadap WNA, agar bisa diadili di negaranya.

Pemerintah terlalu lemah saat berhadapan dengan IMF, atau bankbank internasional dan negara-negara investor yang menyebabkan sebagian besar sumber daya kita telah dikuasai pihak asing.

Indonesia tidak mampu mempertahankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, misalnya kasus dukungan terhadap Resolusi PBB tentang urusan negara lain. Posisi Indonesia masih berdiri sebagai follower dibandingkan sebagai negara yang bediri equal apalagi point maker.

Sekalipun tidak semua, terdapat peraturan perundang-undangan (UU, PP, juga Perda) terbit dalam pengaruh kepentingan kelompok usaha bisnis/kapital, atau uang pinjaman lembaga multilateral seperti IMF dan Bank Dunia, bukan memihak negara dan rakyat. Indikasi keberpihakan bukan untuk rakyat kebanyakan, antara lain pada: UU Migas, UU Privatisasi Air, UU Privatisasi BUMN, UU Penanaman Modal, atau UU No. 27/2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau- pulau Kecil di wilayah Indonesia.

PP No. 2/2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di luar Kegiatan Kehutanan yang berlaku pada Departemen Kehutanan, ditandatangani Presiden SBY 4 Februari 2008. Menurut Siti Maemunah (dari JATAM), yang paling bersorak dikeluarkannya PP ini adalah pelaku pertambangan. Ada 14 perusahaan yang mendapat pengecualian meneruskan tambangnya di hutan lindung. Sebagian besar adalah perusahaan tambang asing sekelas Freeport (AS), Rio Tinto (Inggris), Inco (Kanada) dan Newcrest (Australia) (Kompas, 21/02/08).

Untuk konteks korupsi, hasil penelitian ICW melalui 86 media massa menyebutkan, tindak pemberantasan korupsi selama ini gagal menyentuh pejabat berkuasa, khususnya pejabat di tingkat pusat. Uang negara yang dapat dikembalikan baru sedikit. Padahal hasil audit BPK pada petengahan 2007 menemukan 5.717 kasus penyimpangan penggunaan anggaran dengan nilai penyimpangan 8.805 triliun rupiah.

Hasil jajak pendapat tahun ini, 50% responden masih merasakan tidak puas atas upaya pemerintah dalam menangani jenis kasus korupsi, politik dan pelanggaran HAM. Proses hukum seringkali harus tunduk pada arus kepentingan elite dan tersamarkan dalam spekulasi serta kepentingan pemilik kapital.

Pendidikan dan kesehatan
Saat tahun 2008, pemerintah (dalam APBN dan APBD) belum melaksanakan keputusan MK untuk menyediakan anggaran 20% untuk pendidikan.

Pemerintah tampak memaksakan agar tahun 2008 RUU Badan Usaha Pendidikan selesai dibahas di DPR, dan menjadi UU. Menurut banyak pihak, Format BPH tak ubahnya kapitalisasi pendidikan yang kelak membuka jalan bagi pihak asing untuk memegang saham sampai 49% untuk tiap satuan pendidikan.

Lemahnya akses bagi penduduk miskin. 70,85% masyarakat miskin memeroleh akses pendidikan pada jenjang menengah saja, sementara kelompok kaya 94,58%.

Konstitusi dan UU Sisdiknas mengamanatkan wajib belajar 9 tahun. Menurut Komnas Perlindungan Anak, sepanjang 2007 ada 33,9 juta anak dilanggar hak pendidikannya; 11 juta anak berusia 7-8 tahun buta huruf dan sama sekali belum pernah mengecap bangku sekolah, sisanya putus sekolah. Bila diperinci, 4.370.492 anak putus sekolah dasar, 18.296.332 anak putus sekolah menengah pertama. Adapun 11 juta sisanya (lebih dari 30%) anak buta huruf karena tak pernah bersekolah.

Indeks Pembangunan Pendidikan (IPP) menurut Laporan EFA (Education for All), dalam Global Monitoring Report 2008 oleh PBB (UNESCO)-dengan mengompilasi data pendidikan dari 129 negara di dunia-Indonesia berada pada "EDI sedang" bersama 53 negara lain. IPP Indonesia menunjukkan adanya pergeseran posisi dengan Malaysia. Jika pada tahun sebelumnya peringkat Indonesia selalu berada di atas Malaysia, kini telah di bawahnya.

World Bank menilai kondisi kesehatan Indonesia sebagai Unfinished Agenda karena di satu pihak kasus penyakit tidak menular (NCDs) terus meningkat (penyakit jantung 30% penyebab kematian di Indonesia, juga tergolong satu dari 10 angka penderita Diabetes). Penderita gizi buruk semakin bertambah. Kalau 2005 anak balita yang menderita gizi buruk sebanyak 1,8 juta jiwa, pada 2008 menjadi 4 juta jiwa. Lebih memrihatinkan lagi, 3 dari 10 anak balita di 72 kabupaten terkena busung lapar, dan 11 juta dari 31 juta anak usia sekolah kini mengalami anemia gizi.

Angka Kematian Balita (AKB) di Indonesia 30,8/1000, masih merupakan salah satu angka tertinggi di ASEAN. Angka Kematian Ibu (AKI-MMR) sebesar 224/100.000 dan merupakan tertinggi di ASEAN.

Sekitar 94% masyarakat Indonesia terkena penyakit depresi mental, mulai dari tingkat ringan hingga berat, yang berakibat munculnya perilaku amoral, pemalas, ketidakpatuhan hukum, peminta-minta dll.

Menjamurnya Rumah Sakit Swasta milik asing yang berorientasi pada profit dan menempatkan pasien kaya sebagai sasaran utama. Abai terhadap kelompok miskin.

Menurut Badan Narkotika Nasional, tiap hari di Indonesia ada 40 orang yang meninggal karena narkoba. Ada 3,6 juta pecandu narkoba di Indonesia, separoh dari jumlah itu tinggal di Jakarta. Hasil Survei BSN menunjukkan 32% dari total 3,2 juta pengguna narkoba dan obat terlarang secara nasional adalah pelajar dan mahasiswa (1.037.682 orang). Survei yang dilakukan pada 33 provinsi menunjukkan, prevalansi penyalahgunaan narkotik dalam satu tahun terakhir mencapai 5,3%. Artinya, dalam tahun terakhir, di antara 100 pelajar dan mahasiswa, terdapat 5 pemakai narkoba.

Ini adalah sedikit dari data-data dekandensi Indonesia. Semua data yang diajukan adalah sekadar gambaran tentang kondisi kenegaraan serta kebangsaan kita di akhir dan saat menempuh tahun yang baru. Selamat merefleksikan Indonesia; selamat datang tahun baru 2009 yang penuh tantangan. lind

Lukman Wibowo:
dosen dan peneliti di
AKP Widya Buana

Senin, 16 Februari 2009

Mau Meraup Dollar di Dunia Maya?

Sumber: http://www.kompas.com/read/xml/2009/02/11/22170833/mau.meraup.dollar.di.dunia.maya

INTERNET- kini menjadi wahana bagi peselancar dunia maya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa harus berjerih lelah. Dengan memanfaatkan fasilitas pemasang iklan, pemilik website atau weblog pun menikmati kucuran dana dari setiap pengunjung yang mampir di domain-nya.
Cukup dengan mendaftarkan website atau weblog di program penyedia iklan milik Google, Adsense, uang terus mengalir sekalipun pemiliknya sedang tidur. Setidaknya itu gambaran besar mereka yang mau memanfaatkan teknologi yang semakin maju dan mudah.
Demikian dipaparkan oleh penulis buku Langkah Mudah Meraup Dollar Lewat Internet, Taufik Hidayat, dalam unjuk bincang di Kompas Gramedia Edu and Book Fair 2009 di Kota Semarang, Rabu (11/2). Taufik menjelaskan, lewat Adsense, pemasukan didapat dari setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs web.
Sistem bayar per klik inilah yang menghadirkan tantangan bagi para blogger untuk menghadirkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Sebelumnya, Google akan menyeleksi layak tidaknya sebuah situs web dipasang iklan. Setelah itu, langkah selanjutnya tentu memperbanyak pengunjung.
Caranya, bergabung dengan komunitas dengan minat yang sama, atau memanfaatkan jejaring sosial, seperti Friendster atau Facebook. "Selain itu, buat judul-judul yang menarik perhatian. Buat orang penasaran lebih dulu," kata Taufik yang juga pengajar Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bank BPD Jateng.
Tidak hanya itu, kelebihan Adsense, menurut Taufik, adalah iklan yang dipasang sesuai dengan isi blog sehingga kemungkinan pengunjung mengklik iklan lebih besar. Meskipun demikian, pemilik blog tetap harus bekerja keras untuk memperbarui isi blog atau website-nya secepat mungkin agar pengunjung semakin tertarik.
"Kalau rajin meng-update, setiap bulan penghasilan pemilik blog berkisar 100-700 dollar AS tanpa harus berkeringat," tutur Taufik.
Lukni Maulana (24), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang mengungkapkan, dirinya belum mengetahui cara memasang iklan di blog, padahal sudah banyak orang yang menyarankan dia untuk memasang iklan. "Ternyata caranya sangat mudah, saya akan langsung mencoba," ucapnya.

Pernikahan

Pernikahan
28 Januari 2009 11:30:18

Oleh: A. Mustofa Bisri

Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam Quran sebagai miitsaaqun ghaliizh, perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan keturunan, dan apalagi hanya sebagai penyaluran libido seksualitas atau pelampiasan nafsu syahwat belaka.

Penikahan adalah amanah dan tanggungjawab. Bagi pasangan yang masing-masing mempunyai niat tulus untuk membangun mahligai kehidupan bersama dan menyadari bahwa pernikahan ialah tanggungjawab dan amanah, maka pernikahan mereka bisa menjadi sorga. Apalagi, bila keduanya saling menyintai.


Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang artinya, “Perhatikanlah baik-baik istri-istri kalian. Mereka di samping kalian ibarat titipan, amanat yang harus kalian jaga. Mereka kalian jemput melalui amanah Allah dan kalimahNya. Maka pergaulilah mereka dengan baik, jangan kalian lalimi, dan penuhilah hak-hak mereka.

Ketika berbicara tentang tanggungjawab kita, Rasulullah SAW antara lain juga menyebutkan bahwa “suami adalah penggembala dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya dan isteri adalah penggembala dalam rumah suaminya dan bertanggungjawab atas gembalaannya.”

Begitulah, laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas nama Allah dalam sebuah pernikahan, masing-masing terhadap yang lain mempunyai hak dan kewajiban. Suami wajib memenuhi tanggungjawabnya terhadap keluarga dan anak-anaknya, di antaranya yang terpenting ialah mempergauli mereka dengan baik. Istri dituntut untuk taat kepada suaminya dan mengatur rumah tangganya.

Masing-masing dari suami-isteri memikul tanggung jawab bagi keberhasilan perkawinan mereka untuk mendapatkan ridha Tuhan mereka. Apabila masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap pasangannya daripada menuntut haknya saja, Insya Allah, keharmonisan dan kebahagian hidup mereka akan lestari sampai Hari Akhir. Sebaliknya, apabila masing-masing hanya melihat haknya sendiri karena merasa memiliki kelebihan atau melihat kekurangan dari yang lain, maka kehidupan mereka akan menjadi beban yang sering kali tak tertahankan.

Masing-masing, laki-laki dan perempuan, secara fitri mempunyai kelebihan dan kekurangannnya sendiri-sendiri. Kelebihan-kelebihan itu bukan untuk diperbanggakan atau diperirikan. Kekurangan-kekurang pun bukan untuk diperejekkan atau dibuat merendahkan. Tapi semua itu merupakan peluang bagi kedua pasangan untuk saling melengkapi. Kedua suami-isteri bersama-sama berjuang membangun kehidupan keluarga mereka dengan akhlak yang mulia dan menjaga keselamatan dan keistiqamahannya selalu. Dengan demikian akan terwujudlah kebahagian hakiki di dunia maupun di akhirat kelak, Insya Allah.

Meski Krisis, Ekonomi Rakyat Tetap Jalan

Sumber: WWW.gusdur.net

Krisis ekonomi telah menghancurkan banyak perusahaan besar di Indonesia, walau demikian perekonomian yang dikelola rakyat masih tetap berjalan. Karena itu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berpendapat agar rakyat tidak khawatir jika modal asing belum mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Karena masih ada cara selain menunggu pihak asing menanamkan modalnya di Indonesia. Caranya dengan membangun potensi ekonomi rakyat Indonesia. Populasi rakyat Indonesia yang besar dapat dijadikan pasaran dalam negeri. "Jangan bertumpu pada ekspor saja," kata Gus Dur.

Gus Dur menyampaikan hal itu saat membicarakan ceramah di depan Masyarakat Nelayan Lumpur, di Gresik Jumat(3/5) siang, dalam Haul Akbar Kyai Abdullah Sindojoyo ke 392. Acara yang diselenggarakan di tepi pantai Gresik itu diselenggarakan oleh Paguyuban Nelayan Sindujoyo. Turut menjadi pembicara pada Panglima Pasukan Berani Mati, KH Nuril Arifin.

Gus Dur mengingatkan jika ekonomi rakyat digerakkan dengan sungguh-sungguh, maka bangsa Indonesia tidak perlu berhutang pada IMF dan Bank Dunia. Potensi rakyat sendiri akan sanggup memenuhi kebutuhannya.

"Upaya pembangunan Indonesia jika hanya bertumpu pada penegakkan demokrasi dan hukum, tanpa memperhatikan sistem ekonomi yang sekarang timpang, yang hanya mementingkan konglomerat tidak akan ada hasilnya," kata Gus Dur.

Yang paling penting, jelas Gus Dur, bagi pengembangan ekonomi rakyat adalah dukungan modal melalui kredit murah bagi usaha kecil dan menengah.

Dirinya menyatakan penyebab kelumpuhan ekonomi rakyat di Indonesia adalah banyaknya pungutan liar. "Padahal berjalannya ekonomi rakyat itu dasarnya kejujuran dan keterbukaan," kata Gus Dur.


Apriori
Hal lain yang harus dibangun rakyat Indonesia adalah pembangunan akhlaq atau tata krama bangsa. Dirinya memaparkan, contoh hilangnya tata krama bangsa justru diperlihatkan oleh sikap legislatif. "Belum apa-apa legislatif sudah apriori terhadap eksekutif. Laporan pertanggungjawaban belum dibuat, mereka (legislatif) ramai-ramai sudah menyatakan menolak," kata Gus Dur.

Pendidikan Nilai Ekologi Untuk Anak Didik

Oleh: Lukni Maulana
(Tulisan ini pernah termuat di Suara Merdeka)
Sistem pendidikan Indonesia lebih banyak dibangun atas dekrit-kebijakan ideologi penguasa, bukan lahir dari kesadaran masyarakat dan ahli pendidikan. Jadi Pendidikan sekarang telah mengalami penyakit yang begitu serius dan perlu penanganan yang sistematis, karena pendidikan sebagai proses pembelajaran dan bukan kenikmatan yang hanya di nikmati oleh penguasa dan lapisan sosial tertentu.
Penanaman nilai-nilai kepada anak didik sangat di perlukan sebagai upaya membangun kesadaran untuk mengetahui siapa dirinya dan lingkungan hidupnya. Pendidikan nilai merupakan pendidikan yang menekankan keseluruhan aspek sebagai pengajaran dan bimbingan kepada peserta didik agar menyadari nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan. Sebab pendidikan nilai sangat di perlukan untuk kemajuan di dunia pendidikan, karena sekarang pendidikan hanya di fokuskan sebatas moral kognitif bukan moral learning.
Maka jiwa pendidikan perlu di kembalikan yaitu sebagai pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai, termasuk penanaman nilai lingkungan kepada anak didik. Pendidikan lingkungan sebagai jalan untuk memberikan pengenalan dan kesadaran terhadap lingkungan. Aspek etika, moral tidak semata-mata diberikan hanya untuk berinteraksi antar sesama, akan tetapi juga penanaman nilai terhadap lingkungan hidupnya.
Pendidikan Nilai Lingkungan
Problem pencemaran lingkungan banyak mendapat sorotan, karena telah menimpa penghuni dunia masa kini dan generasi yang akan datang. Kalau ditelusuri, faktor utama terjadinya perusakan lingkungan akibat penggunaan secara besar-besaran produk-produk teknologi modern. Aktivitas manusia di bidang industri yang membakar produk hutan ini telah menghasilkan semburan miliaran ton partikel, gas karbondioksida serta klorofluorokarbon. Emisi karbon ini ditimbulkan dari pembakaran bahan bakar fosil yang tak dapat diperbaruhi, seperti batu bara, gas, dan minyak bumi. Kerusakan hutan khususnya di Indonesia sebagai paru-paru dunia memiliki andil cukup besar sebagai pemicu perubahan iklim dan pemanasan global akibat dari menipisnya lapisan ozon.
Kondisi lingkungan dengan dirusaknya hutan, pembakaran, illegal logging, lahan petanian di sulap menjadi area industri dan perumahan. Telah membawa dampak negatif seperti kekeringan. Indonesia merupakan salah satu Negara yang sangat merasakan dampak kerusakan sistem cuaca. Kerusakan sistem cuaca tersebut telah menimbulkan anomaly iklim berupa kenaikan suhu 1-1,5 derajat celcius di Afrika, sehingga masa udara kering yang berhembus dari Australia bergerak ke hutan Afrika. Fenomena ini mengakibatkan kekeringan di kawasan ekuator, termasuk di dalamnya Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatra.
Perubahan iklim akan mempersulit Negara berkembang sepeti Indonesia untuk mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan dan tujuan pembangunan milenium atau millennium development goals / MDG’s. Perubahan iklim akan mengancam ketersediaan sumber daya alam, menambah parah persoalan yang dihadapi, menciptakan persoalan baru, dan membawa upaya pencarian solusi makin sulit dan mahal.
Sudah jelas diketahui bahwa kerusakan alam dan lingkungan hidup yang dasyat bukan di sebabkan oleh penuaan alam itu sendiri tetapi justru diakibatkan oleh tangan-tangan yang selalu berdalih memanfaatkannya, yang sesungguhnya sering kali mengeksploitasi tanpa mempedulikan kerusakan lingkungan. Krisis lingkungan hidup dan kemanusiaan harus menjadi pusat perhatian bagi pemerintah, masyarakat, ahli pendidikan dan setiap komunitas keagamaan baik LSM maupun organisasi keagamaan.
Fenomena tersebut membuktikan bahwa perlu adanya rekonstruksi baru di bidang pendidikan untuk menghadapi tantangan zaman global. Di era postmodern segala sistem dari berbagai ideologi perlu adanya konstruksi baru pada arah epistemologi pada kususnya di bidang pendidikan. Format pendidikan yang sesuai kondisi di atas, perlu menyajkan salah satu strategi dengan mengimplementasikan pendidikan nilai ekologi yang berbasis agama sebagai sumber penanaman jiwa anak didik untuk bisa mengenali arti kehidupan sebenarnya.
Karena pendidikan merupakan jenjang awal sesorang mengenal dirinya, dengan mengetahui siapa dirinya ia akan memahami tujuan hidupnya, sebab pendidikan merupakan upaya mengintegrasikan fungsi di dunia. Pendidikan nilai lingkungan merupakan proses belajar mengajar yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku dan sikap untuk menghargai lingkungan hidup dari mikrokosmos hingga makrokosmos. Maka hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa mata pelajaran, melainkan menanamkan sikap dan nilai siswa yang sedang belajar untuk mengenali siapa dirinya serta di mana ia tinggal. Di harapakan dengan penanaman pendidikan nilai lingkungan hidup siswa mampu memperaktekan, melestarikan dan memanfaatkan lingkungan sesuai kebutuhan. Siswa mampu mengetahui peran dan tanggung jawabnya yaitu hubungan tiga dimensi antara Tuhan, alam dan manusia. Ketiga hubungan itu yaitu pertama, hubungan teosentris atau hubungan dengan Tuhannya yang berarti bahwa setiap manusia adalah mahluk yang tercipta untuk beribadah dan menghambakan dirinya. Kedua, hubungan antroposentris yaitu hubungan dengan manusia yang memiliki arti setiap kehidupan manusia tidak terlepas dengan peran dan kedudukan manusia lainya melalui interaksi sosial, komunikasi dan sosialisasi. Ketiga, hubungan ekosentris yaitu hubungan dengan lingkungan yang berarti bahwa manusia memiliki peran dan fungsi untuk menjaga dan merawat alam lingkungan hidupnya.
 

blogger templates | Make Money Online